onlinentt.com-Rote Ndao I Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) mulai membawa perubahan besar dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk dunia pendidikan.
Perubahan tersebut dinilai perlu direspons secara bijak agar kemajuan teknologi tetap berjalan seiring dengan penguatan karakter generasi muda.
Perspektif itu menjadi salah satu pokok pembahasan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH ketika bertemu dengan Nyonya Nisa Felicia, Direktur Pusat Studi Pendidikan dan Kebijakan (PSPK), Selasa (22/09/2026).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk bertukar pandangan mengenai masa depan pendidikan, termasuk berbagai tantangan yang akan dihadapi peserta didik, guru, maupun pemerintah daerah di tengah perkembangan teknologi yang semakin cepat.
Bagi Paulus Henuk, kehadiran AI tidak semestinya dipandang hanya sebagai ancaman.
Teknologi tersebut justru dapat membuka ruang baru untuk mendukung proses pembelajaran, memperluas akses terhadap pengetahuan serta membantu guru dan peserta didik dalam mengembangkan kemampuan mereka.
Namun, menurutnya, pemanfaatan AI di lingkungan pendidikan membutuhkan arah dan pengawasan yang tepat.
Kemudahan teknologi jangan sampai membuat peserta didik kehilangan kesempatan untuk belajar secara mandiri, berpikir kritis dan mengembangkan kreativitas.
Demikian pula nilai kejujuran dan tanggung jawab harus tetap menjadi bagian penting dalam proses pendidikan.
Di tengah semakin mudahnya teknologi menghasilkan informasi maupun jawaban, kemampuan anak untuk memahami, menilai dan mengolah informasi justru menjadi semakin penting.
Karena itu, pendidikan tidak cukup hanya menyiapkan anak-anak agar mampu mengoperasikan teknologi. Mereka juga perlu dibekali karakter dan kemampuan untuk menentukan bagaimana teknologi tersebut digunakan secara bertanggung jawab.
Paulus menempatkan pembangunan manusia sebagai investasi jangka panjang yang memiliki arti penting bagi masa depan Rote Ndao.
Menurutnya, kemajuan teknologi pada akhirnya tetap membutuhkan manusia yang mampu mengendalikan dan memanfaatkannya untuk tujuan yang positif.
Pandangan tersebut menjadi relevan bagi dunia pendidikan di daerah yang tengah menghadapi perubahan zaman. Anak-anak Rote Ndao perlu dipersiapkan agar tidak tertinggal dalam penguasaan teknologi, tetapi pada saat yang sama tetap memiliki fondasi karakter yang kuat.
Dengan pendekatan tersebut, AI diharapkan dapat ditempatkan sebagai alat bantu dalam meningkatkan kualitas pembelajaran, bukan sebagai pengganti proses berpikir dan pembentukan karakter peserta didik.
Bagi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, tantangan pendidikan ke depan bukan hanya bagaimana menghadirkan akses terhadap teknologi, tetapi juga bagaimana memastikan teknologi tersebut benar-benar memberikan manfaat bagi peningkatan kualitas manusia.
Sebab, secanggih apa pun teknologi yang berkembang, investasi terbesar bagi masa depan daerah tetap berada pada manusia yang terdidik, berkarakter, kreatif, bertanggung jawab dan mampu berpikir kritis.
Pertemuan Paulus Henuk dan Direktur PSPK tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya membuka ruang kolaborasi dan pertukaran gagasan dalam menghadapi perubahan pendidikan yang semakin dinamis.
Rote Ndao tidak hanya dituntut mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga perlu memastikan bahwa setiap kemajuan yang hadir tetap berpijak pada tujuan utama pendidikan, tetapi membentuk manusia yang mampu belajar, berpikir dan bertindak secara bijaksana.*




















