onlinentt.com-Rote Ndao-Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Provinsi Nusa Tenggara Timur, (Prov-NTT), Adhi Nurul Hadi, didampingi perwakilan dari organisasi internasional Wildlife Conservation Society (WCS), bertemu Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, membahas rencana kerja sama strategis dalam pelestarian kekayaan alam dan spesies endemik khas Rote Ndao.
Menurut Kepala BBKSDA Prov-NTT, Adhi Nurul Hadi, kerjasama itu meliputi, pelestarian kura-kura Rote yang masuk kategori terancam punah, serta pengelolaan kawasan lindung di wilayah tersebut .
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kedua belah pihak juga akan menyepakati penguatan peran masyarakat lokal dalam menjaga lingkungan, sekaligus mengembangkan potensi wisata alam berkelanjutan yang dapat meningkatkan kesejahteraan warga tanpa merusak ekosistem,” ungkapnya.
Diharapkan Nurul Hadi, kolaborasi ini dapat menjamin keberlanjutan pelestarian alam dan menjadi kekuatan utama pembangunan daerah berbasis konservasi, ” pungkas dia.
Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, berharap generasi muda Rote perlu merasa bangga terhadap satwa endemik yang dimiliki oleh daerah Rote Ndao.
” Sebab jika di Labuan Bajo ada Komodo, maka di Rote Ndao ada kura-kura leher ular,” jelasnya.
Diitegaskan Henuk, masyarakat Rote Ndao perlu menjaga dan melestarikan satwa endemik agar ke depan tidak mengalami kepunahan.
Paulus Henuk menyebut dalam pertemuan itu dirinya bersama kepala BKSDA telah berdiskusi mengenai rencana penangkaran dan edukasi konservasi yang diharapkan dapat melibatkan serta memberdayakan masyarakat sekitarnya. *

Ikuti Kami
Subscribe


















