onlinentt.com-Rote Ndao I Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus membuka ruang kolaborasi untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat.
Komitmen itu kembali ditegaskan Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, saat menerima audiens bersama Agungi untuk membahas pengembangan Program NusaTani menjadi Nusa Food Resilience and Nutrition (NuFRN).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pertemuan tersebut membahas langkah scaling atau perluasan Program NusaTani agar berkembang menjadi program yang memiliki cakupan lebih luas dalam menjawab kebutuhan pangan dan gizi masyarakat.
Bagi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, penguatan ketahanan pangan tidak cukup hanya berbicara mengenai ketersediaan bahan pangan.
Lebih dari itu, program pembangunan harus mampu memastikan masyarakat memperoleh pangan yang cukup, berkualitas, bergizi, serta memberikan dampak langsung terhadap kehidupan keluarga.
Pengembangan NusaTani menuju NuFRN diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya membangun sistem pangan yang lebih kuat dan berkelanjutan di Rote Ndao.
Program ini juga diarahkan agar memiliki manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, khususnya dalam mendukung pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi.
Bupati Paulus Henuk menempatkan kolaborasi sebagai salah satu kunci agar program yang dirancang tidak berhenti pada konsep, tetapi dapat diterjemahkan menjadi kegiatan nyata di lapangan.
Dengan pengembangan NuFRN, Bupati Henuk mengaku Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap semakin banyak potensi lokal yang dapat dikembangkan untuk mendukung ketahanan pangan daerah.
Dia juga menjelaskan pada saat yang sama, program tersebut diharapkan ikut memperkuat upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pendekatan pangan dan gizi yang lebih terintegrasi.
Langkah ini diakui Paulus Henuk menjadi bagian dari komitmen Pemkab Rote Ndao untuk terus mencari terobosan dan membangun kerja sama dengan berbagai pihak, sehingga program pembangunan memiliki manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.
“Bagi Rote Ndao, ketahanan pangan bukan hanya persoalan bagaimana pangan tersedia, tetapi juga bagaimana setiap keluarga dapat menikmati pangan yang layak dan bergizi,” pungkasnya.
Karena itu, diakhiri Paulus Henuk, pengembangan NusaTani menjadi NuFRN diharapkan mampu menghadirkan pendekatan baru yang lebih kuat dalam menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus membangun fondasi ketahanan pangan daerah untuk jangka panjang, cetusnya.*



















