Sang Maestro, “Bang Anus Pandi” Reses di Desa Oetefu, Dibuat “Babak Belur” oleh Masyarakat Sampai Rogo Saku

- Redaksi

Senin, 11 Mei 2026 - 13:28 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Johanes Henuk Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-Rote Ndao-Sang Maestro Rote Ndao, Adrianus Pandi, SH, atau biasa disapa “Bang Anus”, Anggota DPRD Rote Ndao dari Fraksi Gerindra, saat menjemput, menampung dan menindaklanjuti aspirasi serta pengaduan masyarakat secara langsung, (Reses), di Desa Oetefu, Minggu, (11/05/2026), dibuat “babak belur”.

 

Pasalnya, untuk merespon sejumlah penyampaian dan pengeluhan masyarakat, “Sang Maestro”  tanpa tanggung, “merogo saku pribadi”.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Reses itu berlangsung di rumah salah satu tokoh masyarakat, yaitu Esaf Foeh, dari Pukul 04.00 sampai dengan Pukul 08.29 wita, dihadiri oleh lebih kurang 150 orang dari tokoh agama, masyarakat adat, pemuda dan perempuan.

 

Pada sesi tanya jawab, masyarakat Desa Oetefu menyampaikan dan mengusulkan sejumlah pengeluhan, misalnya perbaikan  ruas jalan dari SMA Negeri 1 Rote Barat Daya menuju Mbera Desa Saku Batun dan ruas Jalan menuju Dusun Oebitina, pengadaan alat tangkap ikan, seperti pukat, kapal ikan, karet penampung air laut, alat pendorong abu garam, kursi roda untuk warga yang mengalami sakit steoke, alshintan; seperti traktor (roda dua/empat), cultivator (penggembur tanah), transplanter (penanam padi), combine harvester (pemanen padi), dan kejelasan  PPPK paruh waktu.

Baca Juga :  LPJ Kades Busalangga Barat  Menuai Polemik

 

Khusus bantuan alshintan, menurut warga masyarakat, bahwa keseringan memasukan proposal ke Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan namun hingga sejauh ini tidak pernah mendapatkan bantuan.

 

Selain itu, mereka juga mengeluhkan soal pendistribusian pupuk yang lambat sampai di tangan petani. Lebih jauh, disampaikan oleh salah seorang warga bahwa dirinya baru memperoleh pupuk setelah melakukan panen. Hal yang berbeda juga tentang nasib PPPK paruh waktu yang sampai dengan saat belum ada kejelasan.

 

Dalam kesempatan itu, tokoh politisi yang sudah empat kali periode ini dalam kesempatannya mengiyakan beberapa pengeluhan masyarakat, menggunakan dana pribadi, seperti pengadaan alat tangkap ikan, berupa pukat, karet penampung air laut, alat pendorong abu garam dan kursi roda untuk warga yang mengalami sakit stroke.

Baca Juga :  NTT Putera Sulung NKRI

 

Terkait keterlambatan pendistribusian pupuk dan pengajuan proposal permohonan bantuan alshintan yang tidak pernah ditanggapi, akan mempertanyakan kepada Kepala Bidang Kelembagaan dan Sarana Prasarana Pertanian Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao.

 

Sementara, karet penampung air laut, alat pendorong abu garam, Sang Maestro berjanji akan melakukan pengadaan bagi 54 orang yang melakukan penambakan garam tradisional di Desa Oetefu.

 

Selanjutnya, hal yang sama, pengadaan alat tangkap ikan, berupa pukat, sementara akan dibantu sebanyak 10 buah pukat.

 

Lebih berkesan dan menyentuh hati adalah ketika Sang Maestro langsung mengiyakan untuk membelikan sebuah kursi roda bagi salah seorang warga yang sementara dalam keadaan sakit stroke. Menurut informasi yang diperoleh media ini, menyebut warga ini merupakan salah satu pendukung setia Sang Maestro menduduki gedung parlemen selama empat periode.

Baca Juga :  Ketua DPC PDIP Rote Ndao Bantah Ada LPJ Fiktif

 

Menjawab pertanyaan soal nasib beberapa orang PPPK paruh waktu yang sampai dengan saat belum ada kejelasan, Adrianus Pandi mengaku dalam waktu dekat pemerintah Daerah, (Pemda), akan menjawab pengeluhan tersebut dengan menyesuaikan dengan kekuatan keuangan daerah.

 

Sedangkan untuk perbaikan dan pengembanga ruas jalan dari SMA Negeri 1 sampai dengan Jembatan Mbera Desa Saku Batun dan Dusun Oebitina, belum dapat dijawab karena kondisi keuangan daerah yang memprihatinkan dari pemangkasan anggaran oleh pemerintah pusat.

 

Pantauan media ini, kegiatan reses baru usai setelah dilakukan foto dan makan malam bersama.*

 

Berita Terkait

Bupati Paulus Henuk Perketat Penyusunan APBD Perubahan 2026, Tekankan Anggaran Harus Berdampak Nyata bagi Rakyat
DPRD Rote Ndao Tetapkan Perda Pertanggungjawaban APBD Tahun Anggaran 2025
Harlah ke-28 PKB Jadi Momentum Konsolidasi Nasional, Semangat Kebangkitan Diperkuat dari Jakarta
Harmoni Eksekutif dan Legislatif Menguat, Sidang II DPRD Rote Ndao Resmi Ditutup dengan Penetapan Perda Pertanggungjawaban APBD 2025
Dari Muscab DPC PKB Rote Ndao, Wakil Ketua DPW PKB NTT Tekankan Politisi PKB Harus Mampu Dapatkan kepercayaan Publik
Kunker Viktor Laiskodat Gelar Sosialisasi Penanganan Bencana di Desa Helebeik Rote Ndao
Migel Heret Beama, “Minta”, Masyarakat Dusun Ampano Desa Oenggae Dukung dan Berdoa Buat Bupati dan Wakil Bupati Rote Ndao
Di Reses ke-II di Desa Oenggae, Migel Beama, “Bersua” Dengan Pendukung Fanatik Cacat
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:27 WITA

32 Tahun Mengabdi di Rote Ndao, Karolus Laga Masan Memilih Setelah Pensiun Menetap: “Tanah Ini Sudah Menjadi Negeri Ayah dan Ibu Kedua”

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:21 WITA

Bupati dan Wakil Bupati, ASN, DPRD dan Polisi Punya Jalur BBM, Wartawan Untuk Dapat Setetes Saja Sulit

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:14 WITA

Barcode BBM Diduga Dimanipulasi, Satu Mobil Bisa Isi Berulang Kali? Polisi dan Samsat Harus Bertindak!

Senin, 19 Oktober 2026 - 01:26 WITA

Dari Lobalain Menatap IPDN, Kaleb Bessie Buktikan Perjuangan Anak Rote Ndao Tak Berhenti di Batas Pulau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WITA

Ke Mana BBM dari Antrean Panjang SPBU Sanggaoen? Warga Menunggu, Minyak Eceran Justru Menghilang, Di Mana Satgas BBM dan Tim Pemantau BBM?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:26 WITA

Di Balik Jeruji, 21 Warga Binaan Lapas Ba’a Merajut Kembali Mimpi Lewat Pendidikan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:58 WITA

Masyarakat Rote Ndao “Bak Hidup di Persimpangan Sorga dan Neraka”

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:46 WITA

Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Berita Terbaru