Diminta Meresmikan SPBU, Gubernur : Terima Kasih Kopdit Pintu Air

- Redaksi

Rabu, 19 Januari 2022 - 00:38 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-Kota Kupang-Ketua Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Kopdit Pintu Air Yakobus Jano bersama sejumlah pengurus Kopdit Pintu Air melakukan audiensi dengan Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat (VBL)  di ruang kerja Gubernur,  Selasa, (18/01/2022).

Dalam kesempatan tersebut,  pengurus Kopdit Pintu Air meminta kesediaan Gubernur untuk meresmikan SPBU Milik Kopdit tersebut di Nita, Kabupaten Sikka.

Gubernur VBL memberikan apresiasi terhadap upaya-upaya konkret yang dilakukan Kopdit Pintu Air untuk mengembangkan sektor-sektor ekonomi yang riil.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Terima kasih Kopdit Pintu Air. Gerakan-gerakan  sektor riil seperti ini sangat membantu pemerintah. Karena untuk dorong sektor swasta bergerak seperti ini di NTT sangat berat.  Yang paling dominan selama ini adalah pemerintah yang kerjakan semuanya. Seharusnya Pemerintah (cukup) berperan sebagai fasilitator yang mengatur dan mendorong dari belakang.  Pintu Air dan Kopdit lainnya yang telah lakukan ini,  sangat membantu pemerintah,” jelas Gubernur VBL dalam kesempatan tersebut.

Baca Juga :  Musyawarah Jadi Kunci, Bupati Paulus Henuk Tegaskan Penyelesaian Sengketa Lahan K-SIGN Harus Berkeadilan

Menurut Gubernur VBL, dengan latar belakang ini sebenarnya di NTT tidak cocok untuk yang namanya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Hampir tidak ada BUMDes yang punya prestasi gemilang  dan luar biasa maju di NTT.

“Saya sudah mengusulkan ini ke Pemerintah Pusat. Untuk NTT, ganti itu BUMDes dengan Koperasi. Karena kita berhasil di NTT dengan koperasi. Atau cara lainnya,  koperasi memiliki saham terbesar di BUMDes sehingga bisa berkembang dengan baik,” ungkap Gubernur VBL.

Baca Juga :  Dari Ruang Kerja Bupati, Paulus Henuk Perkuat Komunikasi Politik untuk Kepentingan Rote Ndao

Lebih lanjut Gubernur VBL meminta Kopdit Pintu Air untuk terlibat dalam pembudidayaan bayi lobster atau benur.

“Kita punya banyak benur ini di seluruh NTT. Harga satu benur bisa capai  5 ribu rupiah. Ini tentu sangat membantu perekonomian masyarakat. Kita akan datangkan orang-orang yang terampil untuk melatih anggota Kopdit Pintu Air dan Kopdit lainnya supaya mampu lakukan budidaya benur.  Untuk pakan bayi lobster ini, kita bisa budidayakan keong atau siput  yang umumnya dianggap sebagai hama di sawah. Kita sedang kembangkan ini di Rote Ndao. Kita bisa jadi salah satu daerah penghasil lobster terbesar, ” jelas Gubernur VBL.

Sementara itu Ketua Kopdit Pintu Air, Yakobus Jano mengemukakan Koperasi Pintu Air telah mengembangkan 10 usaha di sektor riil. Tawaran Gubernur untuk budidaya benur dan pakannya tentu menjadi peluang usaha sektor riil baru.

Baca Juga :  Banjir Bandang Akibatkan Satu Balita di Aceh Tenggara Meninggal Dunia

“Kami berharap bapak Gubernur dapat menghadiri peresmian SPBU Pintu Air. Kami juga siap untuk memfasilitasi anggota kami untuk budidaya benur dan pakannya,” jelas Yakobus Jano.

Menurut rencana, Peremian SPBU Nita milik Kopdit PintubAir tersebut akan dilakukan pada akhir Februari bersamaan dengan rencana kunjungan Kerja Gubernur ke Flores Bagian Timur.

Tampak hadir pada kesempatan tersebut Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi NTT,  Kepala Biro Umum NTT sekaligus Plt Kadis Perikanan dan Kelautan NTT dan jajaran Pengurus Pintu Air. Biro Humas dan Protokol Setda NTT

Berita Terkait

32 Tahun Mengabdi di Rote Ndao, Karolus Laga Masan Memilih Setelah Pensiun Menetap: “Tanah Ini Sudah Menjadi Negeri Ayah dan Ibu Kedua”
Bupati dan Wakil Bupati, ASN, DPRD dan Polisi Punya Jalur BBM, Wartawan Untuk Dapat Setetes Saja Sulit
Barcode BBM Diduga Dimanipulasi, Satu Mobil Bisa Isi Berulang Kali? Polisi dan Samsat Harus Bertindak!
Atas Perintah Siapa Pertamax Sanggaoen Dibatasi? Pengakuan Anggota Polisi Picu Tanda Tanya
Dari Lobalain Menatap IPDN, Kaleb Bessie Buktikan Perjuangan Anak Rote Ndao Tak Berhenti di Batas Pulau
Ke Mana BBM dari Antrean Panjang SPBU Sanggaoen? Warga Menunggu, Minyak Eceran Justru Menghilang, Di Mana Satgas BBM dan Tim Pemantau BBM?
Di Balik Jeruji, 21 Warga Binaan Lapas Ba’a Merajut Kembali Mimpi Lewat Pendidikan
Masyarakat Rote Ndao “Bak Hidup di Persimpangan Sorga dan Neraka”
Tag :
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:27 WITA

32 Tahun Mengabdi di Rote Ndao, Karolus Laga Masan Memilih Setelah Pensiun Menetap: “Tanah Ini Sudah Menjadi Negeri Ayah dan Ibu Kedua”

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:21 WITA

Bupati dan Wakil Bupati, ASN, DPRD dan Polisi Punya Jalur BBM, Wartawan Untuk Dapat Setetes Saja Sulit

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:14 WITA

Barcode BBM Diduga Dimanipulasi, Satu Mobil Bisa Isi Berulang Kali? Polisi dan Samsat Harus Bertindak!

Senin, 19 Oktober 2026 - 01:26 WITA

Dari Lobalain Menatap IPDN, Kaleb Bessie Buktikan Perjuangan Anak Rote Ndao Tak Berhenti di Batas Pulau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WITA

Ke Mana BBM dari Antrean Panjang SPBU Sanggaoen? Warga Menunggu, Minyak Eceran Justru Menghilang, Di Mana Satgas BBM dan Tim Pemantau BBM?

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 17:26 WITA

Di Balik Jeruji, 21 Warga Binaan Lapas Ba’a Merajut Kembali Mimpi Lewat Pendidikan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:58 WITA

Masyarakat Rote Ndao “Bak Hidup di Persimpangan Sorga dan Neraka”

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 13:46 WITA

Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir

Berita Terbaru