Angriyani Novita Lololau: “Doakan Apa yang Kamu Kerjakan dan Kerjakan Apa yang Kamu Doakan”

- Redaksi

Rabu, 7 Oktober 2026 - 23:40 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : John Henuk Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com–Rote Ndao | Ada doa yang diucapkan dalam keheningan, ada pula doa yang diwujudkan melalui kerja keras.

 

Bagi Angriyani Novita Lololau, keduanya tidak pernah dipisahkan. Prinsip hidupnya sederhana, tetapi memiliki makna yang dalam: “Doakan apa yang kamu kerjakan dan kerjakan apa yang kamu doakan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Bagi perempuan yang akrab disapa Novie ini, doa bukan alasan untuk berhenti berusaha.

 

Doa justru menjadi kekuatan untuk melangkah, sementara kerja menjadi bukti bahwa seseorang sungguh-sungguh memperjuangkan apa yang dipercayakan Tuhan kepadanya.

 

Berdoa, berusaha, percaya, lalu menyerahkan hasil akhirnya kepada Tuhan menjadi filosofi yang terus ia pegang dalam menjalani kehidupan.

 

Lahir di Kupang pada 23 Agustus 1980, Novie tumbuh sebagai anak sulung dari empat bersaudara dalam keluarga yang menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab dan keteguhan hati.

 

Ia merupakan putri pasangan Albert Lololau, pensiunan PNS pada Dinas Koperasi Provinsi Nusa Tenggara Timur dan mantan Anggota DPRD Kabupaten Kupang, dengan Sarmalina Subnafeat, seorang pensiunan guru.

 

Sebagai anak pertama, Novie tumbuh dalam suasana keluarga yang menuntutnya untuk belajar bertanggung jawab sejak dini. Ia dibesarkan bersama saudara-saudaranya, yakni Inggrit M. Lololau, Andi Kristanto Lololau dan Lestari Wacika.

 

Didikan kedua orang tuanya kelak menjadi bekal penting yang membentuk karakter dan cara pandangnya dalam menjalani kehidupan.

 

Dari bangku sekolah, perjalanan pendidikannya dimulai di SD GMIT Oebobo dan diselesaikannya pada 1992.

 

Ia kemudian melanjutkan pendidikan di SMP Negeri 2 Kupang hingga tamat pada 1995, sebelum menempuh pendidikan menengah atas di SMA Negeri 1 Kupang dan menyelesaikannya pada 1998.

 

Memasuki dunia perguruan tinggi, Novie memilih Universitas Kristen Artha Wacana Kupang sebagai tempat untuk melanjutkan pendidikan.

 

Tahun 2002 menjadi salah satu titik penting dalam hidupnya ketika ia berhasil menyelesaikan pendidikan dan meraih gelar Sarjana Pendidikan Kristen.

Baca Juga :  Jadikan Motto Sekolah Sebagai Spirit dan Pedoman Dalam Membangun Karakter Siswa

 

Di balik perjalanan pendidikannya, ada pesan sang ayah yang tidak pernah ia lupakan. Ketika menyampaikan keinginan untuk melanjutkan kuliah, sang ayah berpesan tegas bahwa jika sudah memilih kuliah, maka harus memiliki komitmen untuk menyelesaikannya.

 

Jangan sampai berhenti atau gagal di tengah perjalanan. Pesan sederhana itu menjadi pegangan yang terus hidup dalam dirinya.

 

Menariknya, menjadi seorang pendidik sebenarnya bukanlah cita-cita awal Novie. Sejak kecil, ia justru melihat bagaimana ibunya yang seorang guru kerap membawa pekerjaan sekolah hingga ke rumah. Bagi Novie kecil, pekerjaan seorang guru terlihat begitu berat dan menyita waktu.

 

Dari sanalah muncul tekad bahwa dirinya tidak ingin menjadi seorang guru. Namun hidup sering kali membawa seseorang ke jalan yang tidak pernah direncanakan.

 

Setelah menyelesaikan kuliah, Novie mengikuti testing CPNSD pada 2006. Takdir membawanya ke SMA Negeri 1 Lobalain, sekolah yang kemudian menjadi bagian penting dari perjalanan pengabdian dan kehidupannya sebagai seorang pendidik.

 

Di sekolah itulah, Novie perlahan menemukan makna dari profesi yang dahulu sempat ia hindari. Menjadi guru ternyata bukan hanya tentang mengajar di depan kelas, melainkan tentang mendampingi, memberi teladan, mendengar, memahami dan ikut menyaksikan perjalanan anak-anak didik dalam menemukan masa depan mereka.

 

Bagi Novie, kebahagiaan terbesar seorang pendidik bukanlah sekadar menyelesaikan tugas mengajar. Kebanggaan yang sesungguhnya muncul ketika melihat anak-anak didik tumbuh, berkembang dan akhirnya mampu meraih kesuksesan dalam kehidupan mereka.

 

Perjalanan pengabdiannya kemudian mendapat kepercayaan lebih besar. Pada 2025, di masa kepemimpinan Kepala SMA Negeri 1 Lobalain, Alberd W. Dano, S.Pd, Novie dipercaya mendapat tugas tambahan sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang Hubungan Masyarakat (Humas), sebuah tanggung jawab yang terus dijalankannya hingga saat ini.

Baca Juga :  Ketuk Pintu Harapan, Bupati Paulus Henuk Datangi Mahasiswi Jessica dan Dengarkan Langsung Keluh Keluarga

 

Dalam kesehariannya, Novie dikenal sebagai sosok yang humoris dan mudah membangun komunikasi dengan orang lain.

 

Di balik kesibukan sebagai pendidik dan pengemban tugas tambahan di sekolah, ia tetap menjadi pribadi sederhana yang menikmati hal-hal kecil dalam kehidupan.

 

Jalan kaki menjadi salah satu aktivitas yang ia gemari. Sementara untuk mengisi waktu luang, Novie mengaku memiliki hobi menonton dan menikmati berbagai jenis makanan. Warna coklat dan hitam juga menjadi warna yang disukainya.

 

Di luar lingkungan sekolah, Novie juga memilih jalan pelayanan. Sejak 2024 hingga sekarang, ia terpanggil untuk melayani Tuhan sebagai Majelis pada Gereja Salom Mokdale.

 

Baginya, profesi dan pelayanan bukanlah dua dunia yang terpisah, melainkan dua ruang untuk menjalankan panggilan yang sama,  menjadi berkat bagi sesama.

 

Keluarga pun menjadi sumber kekuatan terbesar dalam perjalanan hidupnya. Novie adalah istri dari Jhon Frare, S.IP, anggota Polres Rote Ndao, sekaligus ibu dari Rastra Cristian Frare, siswa kelas XI SMA Negeri 1 Lobalain.

 

Di tengah kesibukan pekerjaan dan pelayanan, keluarga tetap menjadi tempat ia kembali menemukan kekuatan.

 

Ada satu kerinduan yang terus ia bawa dalam hidupnya. Novie selalu ingin menjadi berkat bagi orang lain, di mana pun ia berada. Terutama bagi orang tua, keluarga besar, suami dan anaknya.

 

Baginya, keberhasilan hidup tidak hanya diukur dari apa yang berhasil diraih untuk diri sendiri, tetapi juga dari seberapa jauh kehadirannya dapat memberi manfaat bagi orang lain.

 

Menariknya, sejak kecil Novie sebenarnya memiliki cita-cita yang berbeda. Ia pernah bermimpi menjadi seorang pendeta. Bahkan beberapa kali ia mencoba mengikuti tes pendidikan teologi. Namun jalan yang ditempuh tidak seperti yang ia bayangkan. Ia tidak berhasil melewati beberapa tahapan tersebut.

Baca Juga :  Pinjaman Dana 150 Milyard Akan Digunakan Untuk Bangun Ruas Jalan Provinsi

 

Di titik itulah, Novie mulai memahami bahwa tidak semua keinginan manusia harus menjadi kenyataan.

 

Ia kemudian memilih menempuh pendidikan FKIP Pendidikan Agama Kristen. Pilihan tersebut justru membawanya ke dunia pendidikan dan akhirnya menjadi seorang guru.

 

Pengalaman itu membuatnya semakin memahami makna iman. Ia meyakini bahwa rencana manusia tidak selalu sama dengan rencana Tuhan.

 

Apa yang dianggap sebagai kegagalan pada satu waktu, bisa saja menjadi jalan yang sedang dipersiapkan Tuhan menuju tempat yang lebih tepat.

 

Karena itu, Novie memilih menjalani kehidupannya tanpa terlalu sibuk mengejar pengakuan. Ia percaya bahwa setiap orang memiliki fungsi dan panggilan masing-masing.

 

Tidak semua orang harus menjadi cahaya yang besar untuk menerangi banyak tempat.

 

“Tuhan tidak ingin saya menjadi lampu neon. Cukup menjadi lampu pijar kecil yang menerangi dalam kegelapan,” demikian cara Novie menggambarkan keyakinannya.

 

Bagi Novie, menjadi lampu kecil bukan berarti tidak berarti. Justru dalam ruang yang gelap, cahaya sekecil apa pun tetap memiliki arti.

 

Begitu pula dengan kehidupan seorang guru, pelayan Tuhan, ibu, istri dan bagian dari masyarakat—barangkali tidak selalu terlihat besar, tetapi dapat memberi terang bagi orang-orang yang berada di sekitarnya.

 

Pada akhirnya, perjalanan Angriyani Novita Lololau bukan tentang bagaimana seseorang mendapatkan semua yang pernah diimpikannya. Ini adalah cerita tentang bagaimana seseorang belajar menerima jalan Tuhan, bekerja dengan sungguh-sungguh, melayani dengan tulus dan tetap percaya bahwa setiap langkah memiliki maksud.

 

Doa menjadi awal langkahnya, kerja menjadi bukti perjuangannya, dan iman menjadi tempat ia menyerahkan hasilnya.

 

Sebab bagi Novie, hidup bukan tentang seberapa besar cahaya yang dimiliki, tetapi tentang kesediaan untuk tetap menyala dan memberi terang, sekecil apa pun cahaya itu.*

Berita Terkait

MasNya ATR/BPN Diluncurkan, Masyarakat Bisa Tanya Soal Layanan Pertanahan Lewat Live TikTok
Bupati Paulus Henuk Cek Langsung Pembangunan Kantor Camat Pantai Baru, Tekankan Kualitas dan Ketepatan Waktu
K-SIGN Bergerak, Paulus Henuk Pastikan Suara Pemilik Lahan Tak Terlewat
Dari NusaTani ke NuFRN, Paulus Henuk Dorong Program Pangan yang Menyentuh Kebutuhan Warga Rote Ndao
Dari Ruang Kelas ke Sirkuit, 17 Siswa SMAN 1 Lobalain Ambil Peran di Grasstrack Bupati Cup 2026
Rote Ndao Mengguncang Panggung Nasional, Paulus Henuk Bawa Pulang Penghargaan Bergengsi
Kepsek Joseph Liu Beberkan Sulit Bentuk Panitia Pembangunan, Akui Rekrut dari Para Guru
Dari Jakarta Barat, Paulus Henuk Buka Jalan Investasi untuk Masa Depan Ekonomi Rote Ndao

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:12 WITA

Paulus Henuk Dorong Keterbukaan Informasi Jadi Budaya Pelayanan Pemerintahan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 21:53 WITA

Bupati Paulus Henuk Buka Ruang Dialog Bersama Klasis Rote Barat Laut, Pemerintah dan Gereja Perkuat Peduli Terhadap Warga

Kamis, 1 Oktober 2026 - 02:39 WITA

Rote Ndao Raih Penghargaan Kabupaten Terentaskan Paling Progresif, Bupati Paulus Henuk Jadi Narasumber Knowledge Sharing Pembangunan Daerah 2026

Rabu, 30 September 2026 - 14:00 WITA

Kepsek SDN Mbadokai Rekrut Panitia Didominasi Guru, Beni Nalle Mengaku Tidak Tahu

Jumat, 25 September 2026 - 22:46 WITA

Usman Husin Fokus Dewan Pusat, Order Max Sombu Tertarik Main Dewan Provinsi, Opini Publik Deras di Dunia Maya dan Obrolan Kampung Terus Membahana

Jumat, 25 September 2026 - 12:17 WITA

Sengketa Tanah Maubesi-Lidabesi Masuk Meja Koordinasi ATR/BPN, Penanganan Pengaduan Diperkuat

Jumat, 25 September 2026 - 09:51 WITA

Momentum HANTARU 2026, Kementerian ATR/BPN Dekatkan Layanan Pertanahan kepada Masyarakat

Rabu, 23 September 2026 - 20:04 WITA

Dari Meja Kolaborasi untuk Rote Ndao, Dukungan Rp100 Juta Disiapkan untuk Air Bersih dan Stunting

Berita Terbaru