Dari Jakarta untuk Nusa Lontar: Paulus Henuk Ajak Ketua Yayasan Pendidikan Astra Hadir di Rote Mengajar

- Redaksi

Selasa, 11 Agustus 2026 - 07:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Johanes Henuk Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com – Rote Ndao | Komitmen membangun kualitas sumber daya manusia di Kabupaten Rote Ndao terus diperkuat Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH melalui jejaring kolaborasi dengan berbagai pihak.

 

Dalam rangka memperluas gerakan pendidikan dan membuka semakin banyak ruang bagi anak-anak Rote untuk belajar dari pengalaman para tokoh dan profesional, Bupati Paulus Henuk, SH mengundang Ketua Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim untuk hadir sekaligus menjadi salah satu narasumber dalam program Rote Mengajar di Kabupaten Rote Ndao.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ajakan tersebut disampaikan dalam pertemuan Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH bersama Ketua Yayasan Pendidikan Astra Michael D. Ruslim beserta jajaran di Jakarta, Senin (10/08/2026).

 

Bagi Paulus Henuk, kehadiran para tokoh, profesional, akademisi, pelaku usaha maupun orang-orang yang memiliki pengalaman dan keberhasilan di berbagai bidang bukan semata-mata untuk berbicara di hadapan anak-anak Rote.

 

Lebih dari itu, kehadiran mereka diharapkan menjadi jembatan pengetahuan dan inspirasi yang mampu membuka cakrawala berpikir generasi muda Nusa Lontar.

 

“Saya berharap kolaborasi yang selama ini telah terbangun dapat terus diperluas, bukan hanya dalam bentuk bantuan, tetapi juga melalui transfer pengetahuan, pengalaman dan inspirasi kepada anak-anak Rote,” demikian gagasan yang disampaikan Paulus Henuk dalam pertemuan tersebut.

Baca Juga :  Paulus Henuk: Program Beasiswa Merupakan Bentuk Komitmen Pemda Dalam Mendukung Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia di Rote Ndao

 

Menurutnya, pembangunan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan pemerintah. Pemerintah daerah membutuhkan kekuatan bersama dari berbagai elemen untuk menjawab tantangan pembangunan, terutama dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi masa depan.

 

Karena itu, program Rote Mengajar diarahkan menjadi salah satu ruang untuk mempertemukan anak-anak Rote dengan berbagai pengalaman, pengetahuan dan inspirasi dari luar daerah.

 

Paulus Henuk menegaskan, membangun Rote Ndao bukan pekerjaan yang dapat dilakukan seorang diri.

 

Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah daerah dengan pemerintah pusat, dunia usaha, yayasan, para profesional, relawan, lembaga swadaya masyarakat (NGO), akademisi hingga para putra-putri Rote yang telah berhasil dan berkiprah di berbagai tempat.

 

“Ketika pengetahuan dibagikan, kesempatan diperluas, dan kepedulian dipertemukan, maka cahaya itu akan semakin terang menerangi Nusa Lontar,” menjadi semangat yang ingin dibangun melalui gerakan tersebut.

 

Bukan Sekadar Mengajar, Tetapi Menyalakan Harapan

Rote Mengajar diharapkan tidak berhenti sebagai sebuah kegiatan menghadirkan guru atau narasumber ke ruang kelas.

 

Program ini diproyeksikan menjadi bagian dari gerakan bersama untuk membangun keberanian anak-anak Rote dalam bermimpi, mengenal lebih banyak pilihan masa depan dan percaya bahwa keterbatasan geografis bukan alasan untuk membatasi cita-cita.

Baca Juga :  Leluhur Etnis Rote Tinggal di Bulan?

 

Dengan menghadirkan orang-orang yang memiliki pengalaman di berbagai bidang, anak-anak Rote diharapkan dapat memperoleh perspektif baru mengenai pendidikan, dunia kerja, kepemimpinan, kewirausahaan, teknologi, lingkungan, maupun berbagai peluang yang dapat mereka raih setelah menyelesaikan pendidikan.

 

Dalam konteks inilah, keterlibatan Yayasan Pendidikan Astra memiliki arti penting. Kolaborasi yang telah terbangun diharapkan dapat berkembang dari dukungan program menjadi kerja sama yang lebih luas dan berkelanjutan dalam peningkatan kualitas pendidikan serta sumber daya manusia di Rote Ndao.

 

Bupati Paulus Henuk pun mengajak seluruh pihak yang memiliki kepedulian terhadap masa depan Rote Ndao untuk mengambil bagian dalam gerakan tersebut.

 

Baginya, kemajuan sebuah daerah bukan hanya diukur dari seberapa banyak infrastruktur yang dibangun, tetapi juga dari seberapa kuat generasi mudanya dipersiapkan untuk melanjutkan pembangunan.

Rote Ndao Adalah Rumah Bersama

 

Di balik gagasan Rote Mengajar, tersimpan pesan sederhana namun kuat: anak-anak Rote memiliki hak yang sama untuk mendapatkan pengetahuan, pengalaman dan inspirasi seluas-luasnya.

 

Karena itu, Paulus Henuk mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak melihat pembangunan Rote Ndao sebagai tanggung jawab pemerintah semata.

Baca Juga :  SMAN 1 Lobalain Jemput Masa Depan Pendidikan, Guru Didorong Teknologi secara Cerdas dan Beretika

 

Pemerintah membuka ruang. Dunia usaha dapat memberikan dukungan. Yayasan dan NGO membawa pengalaman. Para profesional berbagi keahlian. Para relawan memberikan waktu dan tenaga.

 

Sementara para putra-putri Rote yang telah berhasil di berbagai tempat dapat kembali membawa pengetahuan dan pengalaman untuk generasi penerus di tanah leluhurnya.

 

Semua kekuatan tersebut, jika dipertemukan dalam satu tujuan, diyakini dapat menjadi energi besar bagi masa depan Rote Ndao.

“Rote Ndao bukan hanya tempat kita berasal. Rote Ndao adalah rumah yang harus kita bangun bersama.”

 

Kalimat tersebut menjadi penegasan bahwa membangun Nusa Lontar membutuhkan rasa memiliki dari semua pihak.

 

Dan melalui Rote Mengajar, pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Paulus Henuk, SH berupaya menyalakan satu cahaya baru: mempertemukan anak-anak Rote dengan pengetahuan, pengalaman dan orang-orang yang dapat menginspirasi mereka untuk berani bermimpi lebih tinggi.

 

Sebab masa depan Rote Ndao tidak hanya dibangun hari ini melalui program pemerintah, tetapi juga dipersiapkan melalui anak-anak yang kelak akan menjadi pemimpin, profesional, pengusaha, guru, akademisi dan penggerak pembangunan di tanah leluhurnya.

 

Dari pengetahuan lahir kesempatan. Dari kesempatan tumbuh harapan. Dan dari harapan, Nusa Lontar menjemput masa depan.*

Berita Terkait

SMAN 1 Lobalain Jemput Masa Depan Pendidikan, Guru Didorong Teknologi secara Cerdas dan Beretika
Estafet Kepemimpinan Berganti, SMA N 1 Lobalain Kukuhkan Generasi Pemimpin Muda 2026/2027
Bupati Paulus Bawa Aspirasi Sekolah Rakyat Ita Esa ke Kemensos, Perjuangkan Akses Pendidikan bagi Anak Rote Ndao
Bukan Tentang Seberapa Sering Jatuh, SMA N 1 Lobalain Ajak Siswa Bangkit Bersama Tuhan
Dari Bilik Suara ke Ruang Demokrasi, 1.152 Siswa SMAN 1 Lobalain Tentukan Pemimpin OSIS
Aswatul Adha, Siswi SMA Negeri 1 Lobalain Buktikan Pelajar Rote Ndao Mampu Berkiprah di Ajang Nasional
30 Siswa SMAN 1 Lobalain Belajar Disiplin dari Lapangan Upacara Harhubnas 2026
SMAN 1 Lobalain Tindak Lanjut Surat Edaran tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 01:35 WITA

SMAN 1 Lobalain Buka Turnamen dengan Sapu Bersih, Takari Takluk Tiga Set di GOR Oepoi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:40 WITA

Bupati Paulus Henuk Hadiri Pembukaan HUT ke-20 Persekutuan Doa Sinode GMIT

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:30 WITA

Tanam Mangrove di Derenitan, Bupati Paulus Henuk Ajak Masyarakat Rawat Masa Depan Pesisir Rote Ndao

Kamis, 15 Oktober 2026 - 01:59 WITA

Lima Tahun GPdI Rajawali Leolutun, Eben-Haezer Menjadi Kesaksian Kesetiaan Tuhan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 01:07 WITA

Rp 6 Miliar untuk 40 Kelompok Tani, Paulus Henuk Dorong Pertanian Rote Ndao Lebih Tangguh Hadapi Kekeringan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:24 WITA

Masuki Tahap Ketiga Pilot Project Perintis 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:18 WITA

Bantuan Pertanian Harus Berbuah Hasil, Bupati Rote Ndao Titip Tanggung Jawab kepada 40 Kelompok Tani

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:41 WITA

Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat Rasakan Kemudahan dan Kepastian Hukum

Berita Terbaru