Menjaga Identitas, Membangun Generasi Cerdas di Era Digital

- Redaksi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:21 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Humas SMA Negeri 1 Lobalain Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh Emyl Giri, Putera Literasi Budaya SMAN 1 Lobalain

onlinentt.com – Rote Ndao – Di tengah derasnya arus digitalisasi, kemampuan membaca dan menulis saja tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan zaman.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Generasi muda dituntut mampu berpikir kritis, memilah informasi, menjaga etika, serta memanfaatkan teknologi untuk menghasilkan karya yang bermanfaat.

 

Di sinilah literasi menemukan maknanya yang lebih luas, sebagaimana semangat yang diusung Emyl Giri, Putera Literasi Budaya pelajar SMAN 1 Lobalain.

 

Bagi pelajar masa kini, dunia digital menghadirkan peluang belajar yang terbuka luas.

 

Pengetahuan dapat diperoleh dari berbagai sumber, kreativitas bisa dikembangkan melalui beragam platform, dan gagasan dapat menjangkau masyarakat tanpa dibatasi jarak maupun waktu.

 

Namun, di balik kemudahan itu, tersimpan tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa teknologi digunakan secara cerdas dan bermartabat.

 

Emyl Giri merepresentasikan semangat generasi muda yang perlu terus didorong untuk menjadikan literasi sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

 

Literasi bukan hanya tentang membaca buku atau menuliskan kata-kata, melainkan juga kecakapan menemukan informasi, menguji kebenarannya, memahami konteks, dan menggunakannya secara bertanggung jawab.

Baca Juga :  Silsilah Faham Henukh Leo Henu Lae di Dusun Oederas Desa Batutua Kecamatan Rote Barat Daya

 

Di tengah derasnya informasi yang beredar di media sosial, kemampuan memverifikasi fakta menjadi semakin penting.

 

Informasi yang belum jelas kebenarannya dapat memicu kesalahpahaman, menyebarkan fitnah, bahkan merugikan orang lain.

 

Karena itu, pelajar perlu membiasakan diri untuk memeriksa sumber informasi sebelum mempercayai atau membagikannya kepada orang lain.

 

Tantangan lainnya adalah perundungan siber atau cyberbullying, yang dapat melukai perasaan, merusak kepercayaan diri, dan mengganggu kehidupan sosial peserta didik.

 

Ruang digital semestinya menjadi tempat untuk belajar, bertukar gagasan, serta mengembangkan kreativitas, bukan ruang untuk merendahkan atau mempermalukan sesama.

 

Literasi digital harus berjalan bersama kesadaran moral. Kecakapan menggunakan teknologi perlu disertai sikap menghargai orang lain, menjaga privasi, memahami konsekuensi setiap unggahan, serta bertanggung jawab atas informasi yang disebarkan.

 

Dengan begitu, kemajuan teknologi dapat menjadi kekuatan yang membangun, bukan sumber persoalan baru.

 

Sebagai Putera Literasi Budaya SMAN 1 Lobalain, identitas yang disandang Emyl Giri juga membawa perhatian pada pentingnya menjaga kekayaan budaya di tengah perubahan zaman. Kemajuan teknologi tidak seharusnya membuat generasi muda menjauh dari akar budayanya.

Baca Juga :  Difoto Dari Udara, Kota Ba'a Sebagai Ibukota Kabupaten Rote Ndao Nampak Semrawut

 

Sebaliknya, teknologi dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan bahasa daerah, tradisi, cerita rakyat, kesenian, dan nilai-nilai luhur kepada khalayak yang lebih luas.

 

Budaya lokal memiliki cerita, pengetahuan, dan kearifan yang layak diwariskan.

 

Ketika pelajar mampu mendokumentasikan dan memperkenalkannya melalui media digital, mereka turut mengambil bagian dalam menjaga identitas daerah.

 

Dengan cara ini, budaya tidak hanya dikenang sebagai warisan masa lalu, tetapi juga hadir sebagai sumber inspirasi bagi kreativitas generasi masa kini.

 

Upaya membangun budaya literasi tentu membutuhkan keterlibatan bersama.

 

Sekolah memiliki peran dalam membimbing peserta didik agar gemar membaca, berani menulis, dan kritis terhadap informasi.

.

Keluarga perlu menanamkan kebiasaan menggunakan teknologi secara sehat, sedangkan pemerintah diharapkan terus memperluas akses pendidikan dan fasilitas digital agar kesempatan belajar dapat dinikmati secara lebih merata.

 

Kesenjangan akses teknologi masih menjadi tantangan yang perlu diperhatikan.

 

Tidak semua pelajar memiliki perangkat dan jaringan internet dengan kualitas yang sama. Oleh karena itu, gerakan literasi harus disertai dukungan nyata agar kemajuan digital tidak hanya dinikmati oleh mereka yang memiliki fasilitas memadai.

Baca Juga :  TBUPP Paparkan Hasil Kajian, Pemda Rote Ndao Siapkan Langkah Akselerasi Pembangunan

 

Lebih jauh, pelajar perlu didorong untuk bertransformasi dari konsumen menjadi kreator konten yang produktif. Mereka dapat menghasilkan tulisan, dokumentasi budaya, karya visual, maupun informasi edukatif yang memperkenalkan potensi daerah dan menginspirasi masyarakat.

 

Kreativitas tersebut akan semakin bermakna apabila dibangun di atas kejujuran, pengetahuan, dan rasa tanggung jawab.

 

Semangat literasi yang dibawa Emyl Giri menjadi pengingat bahwa generasi muda perlu terus bertumbuh bersama perkembangan zaman tanpa kehilangan jati diri.

 

Kecerdasan digital harus berjalan beriringan dengan karakter, sementara kecintaan terhadap budaya perlu diwujudkan melalui tindakan nyata dalam kehidupan sehari-hari.

 

Pada akhirnya, masa depan tidak hanya membutuhkan generasi yang cepat menguasai teknologi, tetapi juga generasi yang mampu berpikir jernih, menghargai sesama, dan menggunakan pengetahuan untuk menciptakan perubahan positif.

 

Dari lingkungan sekolah di Rote Ndao, semangat literasi budaya dapat menjadi bagian dari langkah panjang membangun pelajar yang berwawasan luas, berkarakter kuat, dan bangga terhadap identitas budayanya.*

Berita Terkait

SMAN 1 Lobalain Buka Turnamen dengan Sapu Bersih, Takari Takluk Tiga Set di GOR Oepoi
Bupati Paulus Henuk Hadiri Pembukaan HUT ke-20 Persekutuan Doa Sinode GMIT
Tanam Mangrove di Derenitan, Bupati Paulus Henuk Ajak Masyarakat Rawat Masa Depan Pesisir Rote Ndao
Lima Tahun GPdI Rajawali Leolutun, Eben-Haezer Menjadi Kesaksian Kesetiaan Tuhan
Rp 6 Miliar untuk 40 Kelompok Tani, Paulus Henuk Dorong Pertanian Rote Ndao Lebih Tangguh Hadapi Kekeringan
Masuki Tahap Ketiga Pilot Project Perintis 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah
Bantuan Pertanian Harus Berbuah Hasil, Bupati Rote Ndao Titip Tanggung Jawab kepada 40 Kelompok Tani
Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat Rasakan Kemudahan dan Kepastian Hukum

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 01:35 WITA

SMAN 1 Lobalain Buka Turnamen dengan Sapu Bersih, Takari Takluk Tiga Set di GOR Oepoi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:40 WITA

Bupati Paulus Henuk Hadiri Pembukaan HUT ke-20 Persekutuan Doa Sinode GMIT

Kamis, 15 Oktober 2026 - 04:30 WITA

Tanam Mangrove di Derenitan, Bupati Paulus Henuk Ajak Masyarakat Rawat Masa Depan Pesisir Rote Ndao

Kamis, 15 Oktober 2026 - 01:59 WITA

Lima Tahun GPdI Rajawali Leolutun, Eben-Haezer Menjadi Kesaksian Kesetiaan Tuhan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 01:07 WITA

Rp 6 Miliar untuk 40 Kelompok Tani, Paulus Henuk Dorong Pertanian Rote Ndao Lebih Tangguh Hadapi Kekeringan

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:24 WITA

Masuki Tahap Ketiga Pilot Project Perintis 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:18 WITA

Bantuan Pertanian Harus Berbuah Hasil, Bupati Rote Ndao Titip Tanggung Jawab kepada 40 Kelompok Tani

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:41 WITA

Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat Rasakan Kemudahan dan Kepastian Hukum

Berita Terbaru