onlinentt.com –Rote Ndao I Bantuan pertanian yang diterima petani bukan sekadar dukungan pemerintah, melainkan amanah yang harus dijaga agar benar-benar menghasilkan manfaat bagi masyarakat.
Pesan inilah yang ditegaskan Bupati Rote Ndao kepada 40 kelompok tani penerima bantuan dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati meminta seluruh kelompok penerima agar memanfaatkan, mengelola, dan merawat bantuan tersebut secara bertanggung jawab sesuai petunjuk teknis (juknis) yang berlaku.
Pengelolaan yang baik menjadi kunci agar bantuan pemerintah tidak berhenti pada penyerahan, tetapi berlanjut menjadi peningkatan produktivitas tanaman pangan dan kesejahteraan petani.
Bagi Pemerintah Kabupaten Rote Ndao, sektor pertanian memiliki peran strategis dalam menopang kehidupan masyarakat.
Di tengah tantangan produksi pangan dan kebutuhan untuk memperkuat ketahanan pangan daerah, petani menjadi ujung tombak yang menentukan keberhasilan pembangunan pertanian.
Karena itu, Bupati menempatkan petani sebagai pahlawan pangan yang patut mendapat dukungan sekaligus memiliki tanggung jawab besar dalam menjaga keberlanjutan usaha tani.
Bantuan yang telah diterima diharapkan dapat digunakan secara optimal, dipelihara dengan baik, serta memberikan hasil nyata bagi kelompok tani dan masyarakat di sekitarnya.
Dukungan tersebut berasal dari Kementerian Pertanian RI melalui Direktorat Jenderal Konservasi Lahan dan Irigasi, dengan Satuan Kerja BLIP Mataram.
Bantuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas petani dalam mengembangkan usaha pertanian tanaman pangan di Kabupaten Rote Ndao.
Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Pusat atas perhatian dan dukungan terhadap pembangunan pertanian di daerah itu, baik melalui jalur reguler maupun aspirasi DPR RI.
Menurutnya, dukungan tersebut sejalan dengan misi pembangunan daerah, yakni Rote Ndao Bertani. Melalui misi ini, sektor pertanian diharapkan semakin berkembang, petani semakin produktif, dan ketahanan pangan daerah semakin kuat.
Namun, keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh besarnya dukungan yang diberikan pemerintah.
Kesungguhan kelompok tani dalam mengelola bantuan, kedisiplinan mengikuti petunjuk teknis, serta komitmen merawat sarana yang diterima menjadi faktor penting agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.
Komitmen itu turut disampaikan Arnoldus Eken, perwakilan Kelompok Tani Usaha Baru dari Desa Keoen.
Ia menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Pusat, Bupati Rote Ndao, serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Rote Ndao yang telah memperjuangkan kebutuhan petani.
Bagi kelompoknya, bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah yang harus dijawab dengan kerja nyata. Arnoldus menegaskan komitmen kelompok tani untuk mengelola dan merawat bantuan dengan penuh tanggung jawab sesuai peruntukannya.
Komitmen penerima menjadi bagian penting dari keberlanjutan program. Sebab, bantuan yang dikelola dengan baik berpeluang memperkuat kegiatan usaha tani, sementara pengabaian terhadap pemeliharaan dapat mengurangi manfaat yang seharusnya diterima petani.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Rote Ndao, Asisten Administrasi Pembangunan, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, serta Kepala Bidang Kelembagaan dan Sarana Prasarana Pertanian.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap 40 kelompok tani penerima bantuan menjadikan dukungan tersebut sebagai modal untuk meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat kemandirian usaha pertanian.
Pada akhirnya, keberhasilan bantuan pertanian tidak hanya diukur dari berapa banyak kelompok yang menerima, tetapi juga dari bagaimana bantuan itu digunakan, dirawat, dan memberikan hasil bagi petani.
Dari tangan petani yang tekun dan pengelolaan yang bertanggung jawab, harapan mewujudkan Rote Ndao yang lebih kuat dalam bidang pertanian diharapkan tumbuh menjadi kenyataan.*



















