onlinentt.com-Rote Ndao | Semangat membangun budaya literasi terus tumbuh di SMA Negeri 1 Lobalain, Kabupaten Rote Ndao.
Melalui Workshop Jurnalistik Sekolah Tahun Pelajaran 2026/2027, sekolah ini membuka ruang bagi guru dan siswa untuk belajar menulis, menggali fakta, menyampaikan informasi, serta memahami tanggung jawab di balik setiap berita yang dipublikasikan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, Jumat–Sabtu, 9–10 Oktober 2026, di lingkungan SMA Negeri 1 Lobalain tersebut menjadi salah satu langkah nyata sekolah dalam mengembangkan kemampuan literasi sekaligus membekali warga sekolah dengan keterampilan jurnalistik yang relevan dengan perkembangan zaman.
Workshop secara resmi dibuka oleh Pelaksana Harian (Plh.) Kepala SMAN 1 Lobalain, Yusry A. Lada, S.Pd.
Turut hadir Koordinator Pengawas Pendidikan Menengah SMA/SMK/SLB Kabupaten Rote Ndao, Jacobias D. Pingak, S.Pd., yang juga bertindak sebagai narasumber dalam kegiatan tersebut.
Sebanyak 27 peserta terlibat dalam workshop ini, terdiri atas 12 orang perwakilan guru dan 15 orang perwakilan siswa.
Mereka mengikuti pembelajaran dengan alokasi waktu 12 jam untuk mengenal sekaligus mempraktikkan dasar-dasar jurnalistik dalam lingkungan pendidikan.
Bagi SMAN 1 Lobalain, jurnalistik sekolah memiliki peran strategis dalam membentuk kebiasaan membaca, menulis, mengamati, dan menyampaikan gagasan secara terstruktur.
Keterampilan tersebut tidak hanya berguna dalam menghasilkan karya berita, tetapi juga membantu guru dan siswa mengembangkan pola pikir kritis, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun kemampuan berkomunikasi.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan pembekalan mengenai teknik penulisan berita, peliputan, wawancara, hingga etika bermedia.
Materi tersebut diarahkan agar peserta mampu membedakan fakta dan opini, menggali informasi secara tepat, serta menyajikan berita dengan bahasa yang jelas, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Di tengah derasnya arus informasi melalui media digital, pemahaman terhadap etika jurnalistik menjadi hal penting.
Setiap informasi perlu diperiksa kebenarannya sebelum disebarluaskan, sementara setiap karya jurnalistik harus mengutamakan kejujuran, ketelitian, dan penghormatan terhadap pihak-pihak yang diberitakan.
Melalui pendekatan tersebut, workshop diharapkan tidak berhenti pada penguasaan teori, tetapi berlanjut pada praktik nyata dalam kehidupan sekolah.
Guru dan siswa didorong untuk mengembangkan kemampuan menulis sekaligus membangun kebiasaan mencari informasi yang akurat sebelum mengambil kesimpulan.
Lebih jauh, kegiatan ini diharapkan melahirkan kader jurnalis sekolah yang kreatif, kritis, dan bertanggung jawab.
Mereka dapat mengambil peran dalam mengelola media sekolah sebagai ruang informasi, komunikasi, dan publikasi berbagai kegiatan, prestasi, serta perkembangan dunia pendidikan di SMAN 1 Lobalain.
Keberadaan media sekolah juga berpotensi memperkuat hubungan antara guru dan siswa. Berbagai aktivitas pendidikan dapat terdokumentasi dengan baik, sementara ide, pengalaman, dan prestasi siswa memperoleh ruang untuk disampaikan kepada masyarakat secara positif dan edukatif.
Kolaborasi antara guru, siswa, narasumber, dan pihak terkait menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem literasi yang berkelanjutan.
Dengan keterlibatan berbagai unsur sekolah, kegiatan jurnalistik diharapkan mampu berkembang menjadi wadah pembelajaran yang mendorong kreativitas, kerja sama, dan partisipasi aktif warga sekolah.
Melalui Workshop Jurnalistik Sekolah Tahun Pelajaran 2026/2027, SMAN 1 Lobalain menegaskan komitmennya untuk terus membuka ruang pengembangan potensi peserta didik.
Sebab, kemampuan menulis dan menyampaikan informasi secara bertanggung jawab merupakan bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan era digital.
Dari ruang belajar di SMAN 1 Lobalain, langkah kecil mengasah pena diharapkan tumbuh menjadi gerakan literasi yang lebih luas.
Bukan hanya melahirkan penulis berita di lingkungan sekolah, tetapi juga generasi muda yang berani menyampaikan fakta, cermat menyaring informasi, dan memahami bahwa setiap kata yang dipublikasikan membawa tanggung jawab.*



















