onlinentt.com-Jakarta I Setelah menyelesaikan agenda pertemuan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, Bupati Rote Ndao Paulus Henuk, SH kembali melanjutkan rangkaian agenda kerja di Jakarta dengan menemui salah satu investor, Bapak Susanto, di wilayah Jakarta Barat, Senin (28/09/2026).
Pertemuan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Rote Ndao dalam membuka ruang komunikasi yang lebih luas dengan dunia usaha, sekaligus menjajaki peluang kerja sama dan investasi yang dapat mendukung percepatan pembangunan daerah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi pemerintah daerah, investasi tidak hanya berbicara mengenai masuknya modal ke suatu wilayah.
Lebih jauh, investasi diharapkan mampu menciptakan aktivitas ekonomi baru yang memberikan ruang bagi masyarakat lokal untuk terlibat dan memperoleh manfaat.
Dalam pertemuan itu, Paulus Henuk berdiskusi mengenai berbagai peluang yang memungkinkan untuk dikembangkan melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan pihak swasta.
Peluang tersebut diharapkan dapat diarahkan pada sektor-sektor yang memiliki potensi untuk dikembangkan di Rote Ndao, sehingga kehadiran investor nantinya dapat memberikan dampak berantai terhadap perekonomian masyarakat.
Bupati Paulus Henuk menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Rote Ndao terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha dan para investor.
Menurutnya, pemerintah daerah membutuhkan sinergi dengan berbagai pihak untuk mendorong pembangunan yang tidak hanya bertumpu pada kemampuan anggaran pemerintah, tetapi juga mampu menarik partisipasi sektor swasta.
“Kita terus membuka ruang kolaborasi dengan dunia usaha dan investor, dengan harapan investasi yang hadir dapat membuka lapangan kerja, menggerakkan ekonomi lokal, menciptakan peluang bagi masyarakat, dan memberikan manfaat nyata bagi pembangunan Rote Ndao,” demikian pesan yang disampaikan dalam agenda tersebut.
Langkah tersebut juga memperlihatkan bahwa pemerintah daerah berupaya membawa potensi Rote Ndao keluar dari ruang lokal menuju perhatian dunia usaha yang lebih luas.
Dengan kekayaan sumber daya alam, potensi kelautan dan perikanan, pertanian, pariwisata serta berbagai sektor ekonomi lainnya, Rote Ndao memiliki ruang yang cukup besar untuk dikembangkan melalui kemitraan yang terukur dan saling menguntungkan.
Namun, setiap peluang investasi tetap membutuhkan pembahasan yang matang, termasuk terkait bentuk kerja sama, kepastian regulasi, manfaat bagi daerah, serta keterlibatan masyarakat lokal.
Karena itu, komunikasi awal antara pemerintah daerah dan calon investor menjadi penting untuk menemukan titik temu antara kepentingan pembangunan daerah dan kebutuhan dunia usaha.
Bagi Rote Ndao, semakin banyaknya pintu komunikasi dengan investor diharapkan dapat membuka peluang baru bagi generasi muda untuk mendapatkan pekerjaan, meningkatkan aktivitas usaha masyarakat, sekaligus memperluas sumber pertumbuhan ekonomi daerah.
Agenda Paulus Henuk di Jakarta Barat tersebut pun menjadi bagian dari rangkaian ikhtiar Pemerintah Kabupaten Rote Ndao untuk membangun jejaring investasi.
Harapannya, komunikasi yang dibangun hari ini tidak berhenti pada pertemuan, tetapi dapat berlanjut menjadi kerja sama konkret yang menghadirkan investasi produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat Rote Ndao.*




















