onlinentt.com-Rote Ndao – Lima tahun perjalanan pelayanan GPdI Rajawali Leolutun menjadi momentum bagi jemaat untuk kembali mengenang setiap pertolongan Tuhan di tengah pergumulan, tantangan, dan perjuangan membangun kehidupan bergereja.
Dalam ibadah syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5, jemaat mengangkat satu pengakuan iman yang menguatkan: “Sampai di sini Tuhan telah menolong kita—Eben-Haezer.”
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ibadah syukur berlangsung dalam suasana penuh sukacita, diwarnai puji-pujian, doa, dan ungkapan terima kasih atas penyertaan Tuhan sejak gereja ini memulai perjalanannya hingga memasuki usia lima tahun.
Bagi jemaat GPdI Rajawali Leolutun, pertambahan usia gereja bukan hanya tentang perjalanan waktu.
Di baliknya, ada cerita tentang pergumulan yang harus dihadapi, tantangan yang perlu dilewati, serta keyakinan untuk terus bertahan dalam iman sekalipun keadaan tidak selalu mudah.
Suasana ibadah semakin bermakna melalui pelayanan altar yang melibatkan Song Leader Feby Bessie, bersama para singers Derven Ndun, Nancy Leba, Eka Nuban, dan Chen Manuain. Pelayanan musik didukung Yanto Nuban, Nadya, Alfa Tulle, dan Feby Manuain, serta Tim Rebana dan Choir yang mengiringi jemaat dalam menaikkan pujian dan penyembahan kepada Tuhan.
Pesan firman Tuhan disampaikan Pdt. Feby Langga, Ibu Gembala GPdI Bukit Hermon Oeteas, berdasarkan 1 Samuel 7:10–12. Melalui firman tersebut, jemaat diajak untuk tidak melupakan pertolongan Tuhan yang telah menyertai perjalanan hidup dan pelayanan gereja.
Dua pesan utama menjadi peneguhan bagi jemaat. Pertama, setiap orang percaya harus senantiasa mengingat pertolongan Tuhan. Perjalanan gereja tidak selalu berlangsung tanpa hambatan, tetapi berbagai pergumulan yang telah dilewati menjadi pengingat bahwa Tuhan tetap hadir untuk menguatkan umat-Nya.
Kedua, jemaat diajak untuk terus percaya bahwa Tuhan akan tetap menolong gereja-Nya. Kesaksian masa lalu harus menjadi dasar untuk melangkah ke masa depan dengan iman, kesetiaan, dan pengharapan.
Pesan tersebut menegaskan bahwa kekuatan gereja tidak hanya terlihat dari apa yang telah dicapai, tetapi juga dari kemampuannya untuk tetap bersatu, berpegang pada iman, dan terus melayani di tengah berbagai keterbatasan.
Semangat itulah yang tercermin dalam ungkapan Eben-Haezer, sebagaimana kesaksian Samuel dalam 1 Samuel 7:12 ketika ia mendirikan batu peringatan sebagai tanda bahwa Tuhan telah menolong umat-Nya.
Bagi GPdI Rajawali Leolutun, ungkapan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap langkah yang telah dilalui patut disyukuri, sementara perjalanan ke depan tetap membutuhkan doa, kerja bersama, dan ketergantungan kepada Tuhan.
Jermias Tulle, salah satu tokoh gereja yang dipercayakan sebagai Ketua Panitia Pembangunan Gereja, turut menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan jemaat.
Dengan penuh haru, ia mengungkapkan bahwa berbagai pergumulan dan persoalan telah mewarnai perjalanan gereja. Namun, di tengah situasi tersebut, jemaat terus berupaya menjaga persatuan dan mempertahankan semangat beribadah.
Kesaksian itu memperlihatkan bahwa kehidupan bergereja tidak selalu diukur dari kemudahan yang diperoleh, melainkan juga dari kesediaan jemaat untuk tetap berjalan bersama ketika menghadapi kesulitan.
Sementara itu, Gembala GPdI Rajawali Leolutun, Pdt. Anatje Tumimomor, mengungkapkan rasa syukurnya melalui kalimat sederhana yang sarat makna, “Terima kasih Tuhan, Eben-Haezer.”
Ungkapan tersebut menjadi refleksi atas lima tahun perjalanan pelayanan yang telah dilewati. Ia berharap jemaat terus memelihara persatuan, setia dalam ibadah, dan menempatkan Tuhan sebagai yang terutama dalam kehidupan pribadi maupun persekutuan gereja.
Selain penguatan iman dan persatuan jemaat, terdapat pula kerinduan bersama agar pembangunan gedung gereja dapat segera diselesaikan. Harapan ini menjadi bagian penting dari perjalanan GPdI Rajawali Leolutun agar ke depan jemaat memiliki tempat ibadah yang lebih baik untuk bersekutu, berdoa, dan memuliakan nama Tuhan.
Pembangunan gedung gereja tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pertumbuhan sebuah persekutuan membutuhkan keterlibatan bersama. Doa, semangat melayani, dan dukungan jemaat diharapkan terus berjalan beriringan demi mewujudkan kerinduan tersebut.
Perayaan HUT ke-5 GPdI Rajawali Leolutun pun menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilewati sekaligus memperbarui komitmen dalam pelayanan. Lima tahun yang telah berlalu menjadi bagian dari kesaksian iman, sedangkan masa depan merupakan ruang untuk terus bertumbuh dan menghadirkan berkat bagi sesama.
Sukacita syukur kemudian dilanjutkan dengan jamuan malam bersama seluruh jemaat. Dalam suasana kekeluargaan, kebersamaan itu mempererat ikatan persaudaraan sebagai satu tubuh Kristus.
Di usia yang kelima, GPdI Rajawali Leolutun membawa satu pesan yang tetap relevan bagi seluruh jemaat: jangan melupakan pertolongan Tuhan yang telah dialami, tetaplah bersatu dalam menghadapi pergumulan, dan terus melangkah dengan iman.
Sebab, sebagaimana batu peringatan yang didirikan Samuel menjadi tanda pertolongan Tuhan, perjalanan lima tahun GPdI Rajawali Leolutun juga menjadi kesaksian yang menguatkan untuk terus berharap kepada-Nya.
Selamat HUT ke-5 GPdI Rajawali Leolutun. Eben-Haezer—sampai di sini Tuhan telah menolong kita. Kiranya Tuhan terus menyertai, mempersatukan, memberkati, dan memakai gereja-Nya menjadi saluran berkat bagi banyak orang.*



















