Rp 6 Miliar untuk 40 Kelompok Tani, Paulus Henuk Dorong Pertanian Rote Ndao Lebih Tangguh Hadapi Kekeringan

- Redaksi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 01:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : John Henuk Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-Rote Ndao – Ketika air menjadi penentu hidup matinya tanaman di tengah tantangan iklim yang tidak menentu, kehadiran infrastruktur irigasi menjadi harapan bagi petani untuk menjaga keberlangsungan usaha pertanian mereka.

 

Pemerintah Kabupaten Rote Ndao pun mendorong penguatan sektor pertanian melalui penyerahan bantuan Irigasi Perpompaan (IRPOM) Tahun 2026 senilai Rp6 miliar kepada 40 kelompok tani.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, pada Selasa (13/10/2026). Program ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat akses air bagi lahan pertanian sekaligus membuka peluang bagi petani mengelola lahan secara lebih produktif.

 

Bagi daerah seperti Rote Ndao, ketersediaan air memiliki arti penting dalam menentukan keberhasilan musim tanam.

Baca Juga :  Silsilah Faham Henukh Leo Henu Lae di Dusun Oederas Desa Batutua Kecamatan Rote Barat Daya

 

Ketika curah hujan terbatas dan sumber air sulit dijangkau, petani menghadapi risiko penurunan produktivitas, bahkan kegagalan panen. Karena itu, dukungan sarana irigasi diharapkan mampu membantu kelompok tani mengurangi ketergantungan pada hujan semata.

 

Melalui program IRPOM, pemerintah mendorong pemanfaatan sistem pemompaan air untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian.

 

Dengan akses air yang lebih memadai, petani diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk mengoptimalkan lahan, mengatur pola tanam, serta meningkatkan hasil produksi sesuai kondisi sumber air dan potensi wilayah masing-masing.

 

Nilai bantuan sebesar Rp6 miliar yang dialokasikan bagi 40 kelompok tani juga membawa tanggung jawab besar dalam pengelolaannya.

Baca Juga :  PERKAJUSAMI SMA N 1 Lobalain: Dari Oemetina, 85 Penegak Ditempa Menjadi Pribadi Tangguh, Mandiri dan Siap Mengabdi

 

Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh tersalurkannya bantuan, tetapi juga oleh sejauh mana sarana yang diberikan dapat berfungsi, dirawat, dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh para penerima.

 

Karena itu, kelompok tani diharapkan menggunakan bantuan sesuai peruntukannya, menjaga kondisi peralatan, serta membangun kerja sama dalam pengaturan penggunaan air.

 

Pengelolaan yang baik akan membantu memastikan fasilitas tersebut dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang, bukan hanya pada satu musim tanam.

 

Di sisi lain, pendampingan dan pengawasan juga menjadi bagian penting agar bantuan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan petani di lapangan.

 

Kesesuaian sarana dengan kondisi lahan, ketersediaan sumber air, serta kemampuan kelompok tani mengoperasikan dan merawat peralatan perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan program.

Baca Juga :  Tutup Rote Mengajar, Paulus Henuk Titip Pesan: Bangun Rote Ndao Bersama

 

Pada akhirnya, ukuran keberhasilan bantuan IRPOM bukan semata-mata besarnya anggaran atau jumlah kelompok penerima, melainkan dampak nyata yang dirasakan petani.

 

Ketika air tersedia pada saat dibutuhkan, tanaman dapat tumbuh lebih baik, peluang panen meningkat, dan pendapatan keluarga petani diharapkan ikut terdorong.

 

Melalui penyerahan bantuan IRPOM Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap sektor pertanian semakin kuat sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat.

 

Harapan tersebut akan menemukan maknanya ketika 40 kelompok tani penerima mampu mengelola bantuan secara bertanggung jawab, meningkatkan produktivitas lahan, dan menjadikan pertanian sebagai sumber penghidupan yang semakin menjanjikan bagi keluarga di Rote Ndao.*A

Berita Terkait

Bupati Paulus Henuk Hadiri Pembukaan HUT ke-20 Persekutuan Doa Sinode GMIT
Tanam Mangrove di Derenitan, Bupati Paulus Henuk Ajak Masyarakat Rawat Masa Depan Pesisir Rote Ndao
Menjaga Identitas, Membangun Generasi Cerdas di Era Digital
Lima Tahun GPdI Rajawali Leolutun, Eben-Haezer Menjadi Kesaksian Kesetiaan Tuhan
Masuki Tahap Ketiga Pilot Project Perintis 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah
Bantuan Pertanian Harus Berbuah Hasil, Bupati Rote Ndao Titip Tanggung Jawab kepada 40 Kelompok Tani
Manfaatkan PTSL untuk Urus Sertipikat, Masyarakat Rasakan Kemudahan dan Kepastian Hukum
Bicara dalam Banten Investment Forum 2026, Wamen ATR/Waka BPN: Kepastian Pertanahan dan Tata Ruang Jadi Fondasi Investasi

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 02:33 WITA

Suara Warisan Literasi Budaya: Merawat Tradisi, Menghidupkan Identitas Nusantara

Rabu, 14 Oktober 2026 - 02:00 WITA

NasDem Cup 2026 Tutup Kompetisi, Bupati Paulus Henuk Dorong Lahirnya Generasi Muda Berprestasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 01:41 WITA

Tak Hanya Prestasi Akademik, Paulus Henuk Dorong Sekolah di Rote Ndao Bangun Budaya Bersih dan Tata Kelola Berkualitas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:16 WITA

Leo Kunak Nusak Ba’a Perkuat Gerakan Anti Narkoba, Tokoh Adat Turun Edukasi Masyarakat

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:46 WITA

Selamatkan Bahasa Ibu, Pemprov NTT dan Pemkab Rote Ndao Perlu Wajibkan ASN Berbahasa Daerah di Kantor

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:11 WITA

Distribusi BBM Rote Ndao di Bawah Sorotan, Siapa Berani Buka Data?

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:31 WITA

SMAN 1 Lobalain Asah Pena Guru dan Siswa, Siapkan Jurnalis Muda yang Kritis dan Berintegritas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:39 WITA

Paulus Henuk Buka Ruang Dialog, Isu Rote Ndao Dibahas Bersama RRI

Berita Terbaru

Lintas Nusa

Menjaga Identitas, Membangun Generasi Cerdas di Era Digital

Kamis, 15 Okt 2026 - 02:21 WITA