onlinentt.com-Rote Ndao – Ketika air menjadi penentu hidup matinya tanaman di tengah tantangan iklim yang tidak menentu, kehadiran infrastruktur irigasi menjadi harapan bagi petani untuk menjaga keberlangsungan usaha pertanian mereka.
Pemerintah Kabupaten Rote Ndao pun mendorong penguatan sektor pertanian melalui penyerahan bantuan Irigasi Perpompaan (IRPOM) Tahun 2026 senilai Rp6 miliar kepada 40 kelompok tani.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Rote Ndao, Paulus Henuk, SH, pada Selasa (13/10/2026). Program ini menjadi salah satu langkah untuk memperkuat akses air bagi lahan pertanian sekaligus membuka peluang bagi petani mengelola lahan secara lebih produktif.
Bagi daerah seperti Rote Ndao, ketersediaan air memiliki arti penting dalam menentukan keberhasilan musim tanam.
Ketika curah hujan terbatas dan sumber air sulit dijangkau, petani menghadapi risiko penurunan produktivitas, bahkan kegagalan panen. Karena itu, dukungan sarana irigasi diharapkan mampu membantu kelompok tani mengurangi ketergantungan pada hujan semata.
Melalui program IRPOM, pemerintah mendorong pemanfaatan sistem pemompaan air untuk mendukung kebutuhan pengairan lahan pertanian.
Dengan akses air yang lebih memadai, petani diharapkan memiliki peluang lebih besar untuk mengoptimalkan lahan, mengatur pola tanam, serta meningkatkan hasil produksi sesuai kondisi sumber air dan potensi wilayah masing-masing.
Nilai bantuan sebesar Rp6 miliar yang dialokasikan bagi 40 kelompok tani juga membawa tanggung jawab besar dalam pengelolaannya.
Keberhasilan program tidak hanya ditentukan oleh tersalurkannya bantuan, tetapi juga oleh sejauh mana sarana yang diberikan dapat berfungsi, dirawat, dan dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh para penerima.
Karena itu, kelompok tani diharapkan menggunakan bantuan sesuai peruntukannya, menjaga kondisi peralatan, serta membangun kerja sama dalam pengaturan penggunaan air.
Pengelolaan yang baik akan membantu memastikan fasilitas tersebut dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang, bukan hanya pada satu musim tanam.
Di sisi lain, pendampingan dan pengawasan juga menjadi bagian penting agar bantuan pemerintah benar-benar menjawab kebutuhan petani di lapangan.
Kesesuaian sarana dengan kondisi lahan, ketersediaan sumber air, serta kemampuan kelompok tani mengoperasikan dan merawat peralatan perlu menjadi perhatian dalam pelaksanaan program.
Pada akhirnya, ukuran keberhasilan bantuan IRPOM bukan semata-mata besarnya anggaran atau jumlah kelompok penerima, melainkan dampak nyata yang dirasakan petani.
Ketika air tersedia pada saat dibutuhkan, tanaman dapat tumbuh lebih baik, peluang panen meningkat, dan pendapatan keluarga petani diharapkan ikut terdorong.
Melalui penyerahan bantuan IRPOM Tahun 2026 ini, Pemerintah Kabupaten Rote Ndao berharap sektor pertanian semakin kuat sebagai salah satu penopang ekonomi masyarakat.
Harapan tersebut akan menemukan maknanya ketika 40 kelompok tani penerima mampu mengelola bantuan secara bertanggung jawab, meningkatkan produktivitas lahan, dan menjadikan pertanian sebagai sumber penghidupan yang semakin menjanjikan bagi keluarga di Rote Ndao.*A



















