Wartawan gardamalaka.com Dikeroyok Massa Pendukung Paket SBS-WT di Haitimuk Weliman

- Redaksi

Jumat, 16 Oktober 2020 - 19:29 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-Malaka- Wartawan sekaligus pemimpin redaksi, (pemred), media syber gardamalaka.com, Johanes Seran Bria, pada Kamis, (15/10/2020), sekitar pukul 05.00 wita, mendapat pengeroyokan dari massa pendukung paket Stefanus Bria Seran dan Wendelinus Taolin,  tepatnya di Desa Haitimuk Kecamatan Weliman Kabupaten Malaka.

Akibat pengeroyokan itu wartawan gardamalaka.com mengalami pembekakan serius pada kepala bagian belakang.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Disampaikan, Yohanes Seran Bria melalui telepon seluler oleh awak media ini,  pengeroyokan ini bermula dari rombongan paket SN-KT, (Simon Nahak-Kim Taolin), kembali dari  lokasi kampanye.

“Tepatnya di Desa Haitimuk Kecamatan Weiliman yang merupakan tempat asal paket SBS-WT, terdapat dua buah mobil yang dipakirkan di tengah as jalan raya”, ungkapnya.

Baca Juga :  Kolaborasi Ilmu dan Pemerintahan, Bupati Paulus Henuk Sambut Pengabdian Undana untuk Percepat Pembangunan Berbasis Potensi Lokal

Diteruskan Seran Bria melihat ada blokade jalan menggunakan mobil, tim dan rombongan SN-KT, lalu turun mempertanyakan hal itu. Namun massa yang memakirkan kedua mobil yang diketahui merupakan mobil milik dari Frederikus Seran, anggota DPRD Kabupaten Malaka dari Fraksi NasDem dan Raymundus Seran Nahak, anggota DPRD Kabupaten Malaka dari Fraksi Golkar, tetap bersikeras untuk memindahkan kedua mobil tersebut. Akhirnya, suasana berubah menjadi perdebatan dan keributan diantara tim SN dan massa yang memakirkan kedua mobil itu.

“Melihat kondisi ini, saya yang kebetulan turut diundang untuk ikut meliput kegiatan kampanye paket SN-KT langsung turun dari mobil untuk mengambil video dan gambar atas suasana yang terjadi”, ujarnya.

Baca Juga :  Rote Ndao Perkuat Ketahanan Keluarga dan Generasi Muda

Yohanes masih meneruskan, disaat pengambilan video dan gambar untuk keperluan dokumentasi publishkasi tiba-tiba seseorang mendekatinya yang dikenal, bernama Mugen mengenakan stelan baju loreng kuning, pakaian Angkatan Muda Partai Golkar, (AMPG), sambil berteriak agar menghapus video dan gambar yang baru diambil itu.

“Teriakan dan suruhan oknum pendukung paket SBS-WT ini tidak saya gubris dan saya terus berjalan berusaha menghindar”ucapnya.

Dikemukakan Seran Bria,  dalam keadaan berjalan,  tiba-tiba dari belakang dirinya merasakan pukulan beruntun dari salah seorang bernama, Anarki Sergius Klau, Pengurus Anak Ranting Partai Golkar Kecamatan Malaka barat.

“Awal dari pemukulan oknum massa pendukung paket SBS-WT ini, kemudian memancing, selain Mugen yang berteriak untuk menghapus video dan gambar turut memukul juga massa pendukung SBS-WT lainnya beramai-ramai ikut memukul”, jelas dia.

Baca Juga :  Batutua Merasa Dianaktirikan, Pemda Dinilai Masa Bodoh di Tengah Geliat Pembangunan Rote Ndao

Yohanes menuturkan, pada saat kejadian ada sejumlah anggota Kepolisian Resort Malaka yang ikut melerai dan setelah itu, dia langsung melaporkan kasus pengeroyokan terhadapnya ke pihak Kepolisian Resort Malaka melalui Bagian Reskrim setempat setelah menjalani visum et repertum.

Yohanes Seran Bria, wartawan juga selaku pemimpin redaksi media syber gardamalaka.com yang dihubungi media ini, Jumat, (16/10/2020), mengaku karena kasus pengeroyokan terhadap dirinya adalah kasus kriminal murni, di mana terhadap seorang jurnalis yang sedang menjalankan tugas peliputan jurnalisitik sehingga pelaku pengeroyokan harus ditangkap dan diproses sesuai hukum Undang-Undang Pers yang berlaku. *jh

Berita Terkait

Ada Dugaan Uang Pelicin di Meja Scan Barcode SPBU
Ketika BBM Menghilang di Penjualan Eceran, Sebagian Anak Anak Tidak Bersekolah, Bangku Sekolah Kosong
Ke Mana BBM dari Antrean Panjang SPBU Sanggaoen? Warga Menunggu, Minyak Eceran Justru Menghilang
Bahasa Ibu di Ambang Punah, Pemerintah Perlu Ambil Sikap
Sertipikat Sekolah Rakyat Diserahkan, Pemkab Rote Ndao Pastikan Aset Pendidikan Berdiri di Atas Dasar Hukum
Sidang III Ditutup, Paulus Henuk Tegaskan Pemerintahan Harus Berujung pada Kepentingan Rakyat
MasNya ATR/BPN Diluncurkan, Masyarakat Bisa Tanya Soal Layanan Pertanahan Lewat Live TikTok
Bupati Paulus Temui Menteri KKP: K-SIGN Harus Jalan, Jangan Korbankan Masa Depan Rote Ndao karena Kepentingan Politik

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:34 WITA

Urus Peralihan Hak Sendiri, Pengurusan Sertipikat Tidak Seribet yang Dibayangkan

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:11 WITA

Terapkan Manajemen Risiko dengan Pendekatan GRC, Wamen ATR/Waka BPN Harapkan Pengendalian Risiko Berbasis Data

Kamis, 22 Oktober 2026 - 14:00 WITA

Lindungi Hak Masyarakat, Kementerian ATR/BPN Selesaikan 3.018 Kasus Pertanahan

Selasa, 20 Oktober 2026 - 10:27 WITA

32 Tahun Mengabdi di Rote Ndao, Karolus Laga Masan Memilih Setelah Pensiun Menetap: “Tanah Ini Sudah Menjadi Negeri Ayah dan Ibu Kedua”

Senin, 19 Oktober 2026 - 22:14 WITA

Barcode BBM Diduga Dimanipulasi, Satu Mobil Bisa Isi Berulang Kali? Polisi dan Samsat Harus Bertindak!

Senin, 19 Oktober 2026 - 09:25 WITA

Atas Perintah Siapa Pertamax Sanggaoen Dibatasi? Pengakuan Anggota Polisi Picu Tanda Tanya

Senin, 19 Oktober 2026 - 01:26 WITA

Dari Lobalain Menatap IPDN, Kaleb Bessie Buktikan Perjuangan Anak Rote Ndao Tak Berhenti di Batas Pulau

Minggu, 18 Oktober 2026 - 15:49 WITA

Ke Mana BBM dari Antrean Panjang SPBU Sanggaoen? Warga Menunggu, Minyak Eceran Justru Menghilang, Di Mana Satgas BBM dan Tim Pemantau BBM?

Berita Terbaru

Humaniora

Ada Dugaan Uang Pelicin di Meja Scan Barcode SPBU

Kamis, 22 Okt 2026 - 16:19 WITA