Lima Tahun GPdI Rajawali Leolutun, Eben-Haezer Menjadi Kesaksian Kesetiaan Tuhan

- Redaksi

Kamis, 15 Oktober 2026 - 01:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

Reporter : Yedith Bessie Editor : Redaksi
facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-Rote Ndao – Lima tahun perjalanan pelayanan GPdI Rajawali Leolutun menjadi momentum bagi jemaat untuk kembali mengenang setiap pertolongan Tuhan di tengah pergumulan, tantangan, dan perjuangan membangun kehidupan bergereja.

 

Dalam ibadah syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-5, jemaat mengangkat satu pengakuan iman yang menguatkan: “Sampai di sini Tuhan telah menolong kita—Eben-Haezer.”

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Ibadah syukur berlangsung dalam suasana penuh sukacita, diwarnai puji-pujian, doa, dan ungkapan terima kasih atas penyertaan Tuhan sejak gereja ini memulai perjalanannya hingga memasuki usia lima tahun.

 

Bagi jemaat GPdI Rajawali Leolutun, pertambahan usia gereja bukan hanya tentang perjalanan waktu.

 

Di baliknya, ada cerita tentang pergumulan yang harus dihadapi, tantangan yang perlu dilewati, serta keyakinan untuk terus bertahan dalam iman sekalipun keadaan tidak selalu mudah.

 

Suasana ibadah semakin bermakna melalui pelayanan altar yang melibatkan Song Leader Feby Bessie, bersama para singers Derven Ndun, Nancy Leba, Eka Nuban, dan Chen Manuain. Pelayanan musik didukung Yanto Nuban, Nadya, Alfa Tulle, dan Feby Manuain, serta Tim Rebana dan Choir yang mengiringi jemaat dalam menaikkan pujian dan penyembahan kepada Tuhan.

 

Pesan firman Tuhan disampaikan Pdt. Feby Langga, Ibu Gembala GPdI Bukit Hermon Oeteas, berdasarkan 1 Samuel 7:10–12. Melalui firman tersebut, jemaat diajak untuk tidak melupakan pertolongan Tuhan yang telah menyertai perjalanan hidup dan pelayanan gereja.

Baca Juga :  Masarakat Rote Ndao Sambut Baik Seribu Tiket Mudik Gratis yang Disediakan Oleh Kementerian Perhubungan Laut Melalui Manajemen Kapal Express Bahari

 

Dua pesan utama menjadi peneguhan bagi jemaat. Pertama, setiap orang percaya harus senantiasa mengingat pertolongan Tuhan. Perjalanan gereja tidak selalu berlangsung tanpa hambatan, tetapi berbagai pergumulan yang telah dilewati menjadi pengingat bahwa Tuhan tetap hadir untuk menguatkan umat-Nya.

 

Kedua, jemaat diajak untuk terus percaya bahwa Tuhan akan tetap menolong gereja-Nya. Kesaksian masa lalu harus menjadi dasar untuk melangkah ke masa depan dengan iman, kesetiaan, dan pengharapan.

 

Pesan tersebut menegaskan bahwa kekuatan gereja tidak hanya terlihat dari apa yang telah dicapai, tetapi juga dari kemampuannya untuk tetap bersatu, berpegang pada iman, dan terus melayani di tengah berbagai keterbatasan.

 

Semangat itulah yang tercermin dalam ungkapan Eben-Haezer, sebagaimana kesaksian Samuel dalam 1 Samuel 7:12 ketika ia mendirikan batu peringatan sebagai tanda bahwa Tuhan telah menolong umat-Nya.

 

Bagi GPdI Rajawali Leolutun, ungkapan tersebut menjadi pengingat bahwa setiap langkah yang telah dilalui patut disyukuri, sementara perjalanan ke depan tetap membutuhkan doa, kerja bersama, dan ketergantungan kepada Tuhan.

Baca Juga :  Sinergi Pemkab Sumba Timur dan DPR RI Diperkuat, Usman Husin Dorong Aspirasi Petani Tembus Pemerintah Pusat

 

Jermias Tulle, salah satu tokoh gereja yang dipercayakan sebagai Ketua Panitia Pembangunan Gereja, turut menyampaikan rasa syukur atas penyertaan Tuhan dalam perjalanan jemaat.

 

Dengan penuh haru, ia mengungkapkan bahwa berbagai pergumulan dan persoalan telah mewarnai perjalanan gereja. Namun, di tengah situasi tersebut, jemaat terus berupaya menjaga persatuan dan mempertahankan semangat beribadah.

 

Kesaksian itu memperlihatkan bahwa kehidupan bergereja tidak selalu diukur dari kemudahan yang diperoleh, melainkan juga dari kesediaan jemaat untuk tetap berjalan bersama ketika menghadapi kesulitan.

 

Sementara itu, Gembala GPdI Rajawali Leolutun, Pdt. Anatje Tumimomor, mengungkapkan rasa syukurnya melalui kalimat sederhana yang sarat makna, “Terima kasih Tuhan, Eben-Haezer.”

 

Ungkapan tersebut menjadi refleksi atas lima tahun perjalanan pelayanan yang telah dilewati. Ia berharap jemaat terus memelihara persatuan, setia dalam ibadah, dan menempatkan Tuhan sebagai yang terutama dalam kehidupan pribadi maupun persekutuan gereja.

 

Selain penguatan iman dan persatuan jemaat, terdapat pula kerinduan bersama agar pembangunan gedung gereja dapat segera diselesaikan. Harapan ini menjadi bagian penting dari perjalanan GPdI Rajawali Leolutun agar ke depan jemaat memiliki tempat ibadah yang lebih baik untuk bersekutu, berdoa, dan memuliakan nama Tuhan.

 

Pembangunan gedung gereja tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pertumbuhan sebuah persekutuan membutuhkan keterlibatan bersama. Doa, semangat melayani, dan dukungan jemaat diharapkan terus berjalan beriringan demi mewujudkan kerinduan tersebut.

Baca Juga :  Air Mancur ‘Seng’ Menari Rp 3,5 M di Taman Tirosa Tak Berfungsi, Kadis PUPR Menghindar

 

Perayaan HUT ke-5 GPdI Rajawali Leolutun pun menjadi kesempatan untuk melihat kembali perjalanan yang telah dilewati sekaligus memperbarui komitmen dalam pelayanan. Lima tahun yang telah berlalu menjadi bagian dari kesaksian iman, sedangkan masa depan merupakan ruang untuk terus bertumbuh dan menghadirkan berkat bagi sesama.

 

Sukacita syukur kemudian dilanjutkan dengan jamuan malam bersama seluruh jemaat. Dalam suasana kekeluargaan, kebersamaan itu mempererat ikatan persaudaraan sebagai satu tubuh Kristus.

 

Di usia yang kelima, GPdI Rajawali Leolutun membawa satu pesan yang tetap relevan bagi seluruh jemaat: jangan melupakan pertolongan Tuhan yang telah dialami, tetaplah bersatu dalam menghadapi pergumulan, dan terus melangkah dengan iman.

 

Sebab, sebagaimana batu peringatan yang didirikan Samuel menjadi tanda pertolongan Tuhan, perjalanan lima tahun GPdI Rajawali Leolutun juga menjadi kesaksian yang menguatkan untuk terus berharap kepada-Nya.

 

Selamat HUT ke-5 GPdI Rajawali Leolutun. Eben-Haezer—sampai di sini Tuhan telah menolong kita. Kiranya Tuhan terus menyertai, mempersatukan, memberkati, dan memakai gereja-Nya menjadi saluran berkat bagi banyak orang.*

Berita Terkait

Data Pertanahan Kantah Kabupaten Karawang Sebagian Besar Telah Dialihmediakan, Masyarakat Diimbau Tidak Khawatir
SMAN 1 Lobalain Buka Turnamen dengan Sapu Bersih, Takari Takluk Tiga Set di GOR Oepoi
Bupati Paulus Henuk Hadiri Pembukaan HUT ke-20 Persekutuan Doa Sinode GMIT
Tanam Mangrove di Derenitan, Bupati Paulus Henuk Ajak Masyarakat Rawat Masa Depan Pesisir Rote Ndao
Menjaga Identitas, Membangun Generasi Cerdas di Era Digital
Rp 6 Miliar untuk 40 Kelompok Tani, Paulus Henuk Dorong Pertanian Rote Ndao Lebih Tangguh Hadapi Kekeringan
Masuki Tahap Ketiga Pilot Project Perintis 10 Hari Kini Tersedia di 131 Kantah
Bantuan Pertanian Harus Berbuah Hasil, Bupati Rote Ndao Titip Tanggung Jawab kepada 40 Kelompok Tani

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 17:08 WITA

Dugaan Penimbunan BBM Menguat, Satgas Diminta Turun Langsung Sisir Jalur Distribusi di Rote Ndao

Rabu, 14 Oktober 2026 - 02:00 WITA

NasDem Cup 2026 Tutup Kompetisi, Bupati Paulus Henuk Dorong Lahirnya Generasi Muda Berprestasi

Rabu, 14 Oktober 2026 - 01:41 WITA

Tak Hanya Prestasi Akademik, Paulus Henuk Dorong Sekolah di Rote Ndao Bangun Budaya Bersih dan Tata Kelola Berkualitas

Rabu, 14 Oktober 2026 - 00:16 WITA

Leo Kunak Nusak Ba’a Perkuat Gerakan Anti Narkoba, Tokoh Adat Turun Edukasi Masyarakat

Senin, 12 Oktober 2026 - 22:46 WITA

Selamatkan Bahasa Ibu, Pemprov NTT dan Pemkab Rote Ndao Perlu Wajibkan ASN Berbahasa Daerah di Kantor

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:11 WITA

Distribusi BBM Rote Ndao di Bawah Sorotan, Siapa Berani Buka Data?

Jumat, 9 Oktober 2026 - 23:31 WITA

SMAN 1 Lobalain Asah Pena Guru dan Siswa, Siapkan Jurnalis Muda yang Kritis dan Berintegritas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 07:39 WITA

Paulus Henuk Buka Ruang Dialog, Isu Rote Ndao Dibahas Bersama RRI

Berita Terbaru