onlinentt.com-Rote Ndao — Pemerintah Kabupaten Rote Ndao mulai menyiapkan langkah strategis untuk membangun data ketenagakerjaan yang lebih terintegrasi, Kamis, (24/09/2026).
Kepala Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja Kabupaten Rote Ndao, Albeniates Junus Paulus Siokain, S.STP, M.Si, kepada media menjelaskan upaya tersebut diawali melalui rapat persiapan pemutakhiran dan validasi data ketenagakerjaan yang melibatkan lintas perangkat daerah dan instansi terkait.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Rapat ini dipimpin oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Petson S. Hangge, S.Sos dengan menghadirkan Dinas Transmigrasi dan Tenaga Kerja, Bapperida, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Badan Pusat Statistik (BPS), serta unsur kecamatan.
Disampaikan Albeniates Junus Paulus Siokain, kegiatan ini merupakan tindaklanjut dan ejawantah visi misi dari Bupati Rote Ndao sehingga forum tersebut menjadi bagian penting sebelum proses pemutakhiran dan validasi data dilaksanakan pada minggu berikutnya.
“Pemerintah daerah mendorong keterlibatan bersama hingga tingkat desa dan kelurahan agar data yang dikumpulkan tidak berhenti sebagai angka administratif, tetapi benar-benar menggambarkan kondisi tenaga kerja di Kabupaten Rote Ndao,” ungkap dia.
Albeniates Siokain, mengaku data yang akan diperbarui nantinya mencakup sejumlah informasi penting, mulai dari nama dan NIK, alamat, pendidikan terakhir, jurusan atau bidang pendidikan, keahlian dan kompetensi, status pekerjaan, jenis pekerjaan, sertifikat kompetensi hingga pengalaman kerja.
“Dengan cakupan data yang lebih lengkap tersebut, Pemkab Rote Ndao ingin mengetahui secara lebih jelas potret sumber daya manusia yang tersedia di daerah,”terangnya.
Sementara untuk informasi mengenai siapa yang sudah bekerja, siapa yang membutuhkan pekerjaan, bidang keahlian apa yang dimiliki masyarakat dan kompetensi apa yang masih perlu ditingkatkan, Siokain menyebut dapat dipetakan secara lebih terukur.
“Langkah ini juga menjadi upaya memperbaiki data awal yang sebelumnya telah dihimpun melalui pendataan dari desa, kelurahan dan kecamatan,” urainya.
Dikatakan Kadis yang biasa dipanggil dengan nama akrab Alben ini melalui data tersebut akan kembali disinkronkan, diverifikasi dan divalidasi sehingga terdapat kesesuaian antara data kependudukan dengan kondisi ketenagakerjaan masyarakat.
“Target berikutnya adalah mengembangkan basis data tersebut menjadi Dashboard Ketenagakerjaan Kabupaten Rote Ndao,” jelasnya.
Dari dashboard ini diharapkan, kadis ini dapat menjadi sumber informasi terpadu yang membantu pemerintah dalam membaca kondisi ketenagakerjaan secara lebih cepat dan akurat.
” Data tersebut juga dapat digunakan untuk mendukung penyusunan program, perencanaan pelatihan, pemetaan kompetensi serta penempatan tenaga kerja.
Bagi daerah seperti Rote Ndao, ketersediaan data tenaga kerja yang valid memiliki arti penting,” terangnya.
Menurut Alben, pemerintah dapat memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai potensi tenaga kerja lokal sekaligus kebutuhan peningkatan keterampilan masyarakat.
“Pemutakhiran data juga diarahkan untuk mendukung optimalisasi penggunaan tenaga kerja lokal,” tambahnya.
Masih diakui dia, ketika kompetensi, pendidikan, pengalaman dan status pekerjaan masyarakat dapat dipetakan dengan baik, peluang mempertemukan tenaga kerja dengan kebutuhan dunia kerja dapat dilakukan secara lebih terarah.
Selain itu, data tersebut dapat menjadi bahan dalam merancang pelatihan berbasis kebutuhan.
“Pelatihan tidak hanya dilaksanakan berdasarkan perkiraan, tetapi dapat diarahkan pada jenis kompetensi yang memang dibutuhkan oleh masyarakat dan pasar kerja,”papar dia.
Kolaborasi lintas sektor, dicetuskan Siokain, menjadi kunci dalam proses tersebut. Dinas teknis, instansi vertikal, kecamatan hingga desa dan kelurahan memiliki peran masing-masing dalam memastikan data yang dikumpulkan benar-benar sesuai dengan kondisi lapangan.
“Pemerintah Kabupaten Rote Ndao menempatkan agenda ini sebagai bagian dari upaya membangun satu basis data ketenagakerjaan yang terpadu, akurat dan berkelanjutan,” timpahnya.
Dengan basis data yang semakin kuat, diakhiri Alben, kebijakan ketenagakerjaan diharapkan dapat disusun berdasarkan kondisi riil masyarakat.
” Data kemudian tidak hanya menjadi arsip pemerintahan, tetapi menjadi instrumen untuk menentukan arah program dan membuka lebih banyak ruang bagi masyarakat Rote Ndao untuk mendapatkan kesempatan kerja sesuai pendidikan, keahlian dan kompetensinya,” tukasnya. *




















