Diduga Tak Sanggup,”Empang” Birahi, Oknum Kepsek Vc Ajak Staff Kocok “Burung”

- Redaksi

Jumat, 24 Mei 2024 - 08:57 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

onlinentt.com-Rote Ndao-Seperti apa kata orang-orang dewasa ini. “susah su datang”. Diduga tidak kuasa “empang” birahi, oknum seorang kepala sekolah SMP di Rote Ndao,, sebut saja AEM, melalui handphone melakukan panggilan video call, (red=vc), mengajak salah satu staffnya yang tak lain adalah pegawai tata usaha pada sekolah tersebut, berinisial YA, untuk “mengawal birahinya”, mengocok, “burung”.

 

Perbuatan tak senonoh dan tidak pantas serta tidak layak dilakoni oleh seorang tenaga pendidik, apalagi menyandang jabatan sebagai kepala sekolah tersebut, dilakukan AEM terhadap YA, (red=korban), terekam jelas dalam sebuah video yang berhasil diperoleh media ini dari korban durasinya lebih kurang 4 detik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Dalam video itu, terlihat dua sosok, yaitu seorang laki-laki dan seorang perempuan. Kedua orang ini wajahnya terlihat secara jelas.

 

Laki-laki dalam rekaman video tersebut berusia sekitar tiga puluhan tahun berada dalam posisi tidur terlentang dalam sebuah kamar tidur sedang memegang, “burung”, masih mengenakan baju, tapi celana yang dipakai dilorotkan ke bagian lutut dan nampak tangan oknum kepsek ini sedang menggenggam batang atau kepala kemaluan.

 

Sementara pada pojok bagian kanan atas layar terlihat sosok seorang perempuan muda berusia kurang lebih dua puluhan tahun sedang mengamati apa yang dilakukan oleh oknum sosok laki-laki itu

 

Korban pelecehan, YA, salah satu staff tata usaha, yang ditemui wartawan onlinentt.com dan obortimor.com, pada Senin, (20/052024), dikediamannya membeberkan aksi dan prilaku jahat kepsek tak bermoral ini.

Baca Juga :  Peduli Pendidikan Terhadap Anak-Anak Pedesaan, Brigpol Sumantri Sisihkan Gaji Untuk Buka Sekolah dan Perpustakaan Keliling

 

Menurut YA, aksi kepsek yang diduga memiliki  kelainan ini sudah tercium dan kelihatan semenjak dirinya menjadi staff tata usaha di sekolah tersebut.

 

“Selama beta, (red=saya), honor sebagai staff di SMP itu dia, (red=kepsek), sudah ganggu beta tapi beta tidak pernah tanggapi, ” urai YA.

 

Masih dikatakan YA, (korban), AEM pernah mengajak dirinya untuk bertemu di mobil dan melakukan hubungan badan. Namun karena dinilai hal tersebut sangat tidak bermoral dan berkenan bagi seorang perempuan maka tidak menanggapi.

 

Tambah YA, (korban), ulah kepsek yang terkesan gatal ini tidak sampai di situ, melainkan pada keesokan hari melalui kepala tata usaha, kembali memanggil YA, (korban), ke ruangan kepsek guna mengantar surat masuk dan keluar serta berkas-berkas lainnya.

 

Tapi begitu berada dalam ruangan, AEM menyuruh menutup pintu dengan kuat. Setelah itu, kepada YA, (korban), menanyakan mengapa selama ini diajak berhubungan badan tetapi selalu ditolak.

 

“Beta tutup pintu dia bilang, Yolan…kenapa selama ini beta ajak lu berhubungan badan tapi lu tidak, (=sonde), pernah mau,” terang dia.

 

Diteruskan YA, (korban), prilaku dan otak mesum kepsek ini tidak pernah berakhir,  pada hari berikutnya dia kembali mengajak YA, (korban) berpergian ke Baa agar bisa  melakukan hubungan badan di atas mobil pribadi miliknya.

 

“Dia bilang kapan lu pergi, (pii), di Ba’a na kotong maen di atas oto saja,”ujar YA, (korban), menirukan kata-kata AEM dengan suara gemetar.

Baca Juga :  1.420 Guru dan Nakes Resmi Sandang Jabatan Fungsional, Bupati Paulus Henuk Tekankan Profesionalisme Pelayanan

 

Hal yang paling tragis, YA, (korban), menyampaikan, setelah masuk akhir bulan April 2024 lalu, saat itu, AEM memerintahkan melalui kepala tata usaha agar YA, (korban), mengantar lagi surat masuk dan keluar ke ruangannya.

 

YA, (korban), pun pergi dan mengantar  surat-surat dan berkas yang dimaksud.

 

Setelah meletakan surat-surat dan berkas di atas meja dan hendak ke luar dari ruangan, YA, (korban), kembali dipanggil oleh AEM, bahwa tunggu sebentar, (red=dulu), sambil berjalan menuju YA, (korban).

 

Saat berjalan menghampiri YA, (korban), AEM telah melorotkan celana seragam PNS dan  celana dalam (=cawat), sehingga sudah dalam keadaan bugil dan menyergap YA, (korban), dalam posisi berdiri langsung memeluk, mencium dan meremas payudara dan kemaluan YA, (korban).

“Waktu beta masuk, dia suruh terus ke ruang belakang, Beta sonde tau dia sudah buka  celana sehingga saat bangun dari kursi goyang itu dia sudah tidak pakai celana sehingga dalam posisi bugil.

 

Dia seperti orang gila langsung peluk beta, cium, remas beta punya payudara, (red=buah dada). Kemudian dia angkat beta punya rok, rogoh bt pung kemaluan dan berusaha tindih beta tapi beta berhasil tolak dia dan dia jatuh.

 

Tapi saat dia berusaha tindih dan Beta tolak dia itu, beta sempat ambil hp dan foto dia tapi hanya nampak kemaluannya saja dan saat itu juga beta lari keluar dari ruangan itu.”ungkapnya.

Baca Juga :  Luar Biasa, MOI Sukses Cetak 210 Wartawan Siap UKW

 

Selanjutnya disampaikan YA, kejadian tersebut sempat diceritakan kepada teman-teman guru si sekolah tersebut, bahwa dirinya hampir diperkosa oleh Kepala Sekolah.

 

Terkait persoalan ini, pihak keluarga YA, (red=korban), telah melapor ke Polsek Rote Barat Daya namun karena ada hubungannya dengan digital maka diarahkan untuk melapor ke Polres Rote Ndao.

 

Atas arahan tersebut maka YA didamping ibunya telah melaporkan tindakan pelecehan dan upaya pemerkosaan ini ke Polres Rote Ndao.

 

Selain itu, menurut informasi dari ayah YA. (red=korban), telah ada upaya perdamaian dari pihak kepala sekolah melalui sejumlah keluarga dan kerabatnya. Namun saat kehadiran mereka tidak menghadirkan AEM dan istrinya maka pihaknya menunda perdamaian.

 

Dan sampai dengan saat ini kami keluarga masih menunggu kehadiran mereka. Kami kasih waktu hanya sampai hari kamis. Kalau tidak ada respon atau niat baik dari AEM maka kami keluarga akan minta pendampingan perlindungan perempuan dan LSM serta melapor ke Polda NTT.

 

Terkait persoalan ini, awak media telah berupaya menemui AEM di kediamannya untuk dikonfirmasi namun menurut ibu kandung dari terduga pelaku, yang bersangkutan bersama istri tidak berada di rumah.

 

“Pak Kepsek dengan istri ada keluar dari tadi, tidak gunakan mobil. Mereka dengan sepeda motor. Beta tidak tahu mereka kemana,” ujarnya. *

 

Berita Terkait

Dari Bilik Suara ke Ruang Demokrasi, 1.152 Siswa SMAN 1 Lobalain Tentukan Pemimpin OSIS
Aswatul Adha, Siswi SMA Negeri 1 Lobalain Buktikan Pelajar Rote Ndao Mampu Berkiprah di Ajang Nasional
30 Siswa SMAN 1 Lobalain Belajar Disiplin dari Lapangan Upacara Harhubnas 2026
SMAN 1 Lobalain Tindak Lanjut Surat Edaran tentang Pembatasan Penggunaan Gawai di Satuan Pendidikan
Yunita Saudale Bawa Semangat Talenta Remaja Rote Ndao ke Panggung Duta Remaja Berprestasi
Hadir Menyapa Anak-Anak Sekolah, Anda Yane Henuk-Pelokilla Tegaskan Pendidikan dan Karakter adalah Investasi Masa Depan Rote Ndao
Bupati Paulus Henuk Buka Ruang Kolaborasi Bersama BGBL, Perkuat Pendidikan di Rote Ndao
Dari Ruang Kelas ke Rumah Jabatan, Relawan Rote Ndao Mengajar Bagikan Cerita Inspiratif
Tag :
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami Subscribe

CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 23:30 WITA

Sebelum Dibangun, Paulus Henuk Pastikan Lahan Kampung Nelayan Disiapkan Matang

Minggu, 20 September 2026 - 03:09 WITA

Paulus Henuk Rangkul Tokoh Adat dan Warga Loaholu, Cari Jalan Tengah untuk Persoalan Bersama

Sabtu, 19 September 2026 - 05:23 WITA

Langkah Bersama dari Stadion C. N. Dillak, Bupati Paulus Henuk Ajak Warga Hidup Sehat dan Perkuat Kolaborasi

Jumat, 18 September 2026 - 03:29 WITA

Harhubnas 2026, Paulus Henuk Dorong Konektivitas Transportasi Jadi Penggerak Ekonomi Rote Ndao

Rabu, 16 September 2026 - 05:34 WITA

PEKPPP Jadi Cermin Pembenahan Pelayanan, Yohanis Dade Minta ASN Sumba Barat Berani Berbenah

Minggu, 13 September 2026 - 11:51 WITA

Kapus Se-Rote Ndao Didorong Hadir di Paripurna, Jangan Hanya Tunggu Anggaran Turun

Jumat, 11 September 2026 - 01:37 WITA

Bendung Moresa Dorong Petani Batulilok Panen Dua Musim, Paulus Henuk Cek Langsung Manfaat Infrastruktur Pertanian

Rabu, 9 September 2026 - 22:43 WITA

Bupati Paulus Henuk Turun Langsung Kawal Pembangunan, Sejumlah Titik Jadi Sasaran Monev

Berita Terbaru