Peringati Hari Sumpah Pemuda 2021, 50 Orang Penggiat, Ramaikan Pameran 1000 Bonsai

269

onlinentt.com-NTT-Memperingati Hari Ulang Tahun, (HUT) , Sumpah Pemuda Tahun 2021, 50 orang Komunitas penggiat Bonsai Kota Kupang yang menamakan diri, “Kaboi Kupang,” ramaikan pameran
1000 Bonsai.

Kegiatan pameran ini dibuka oleh Gubernur NTT, Victor Bung Tilo Laiskodat didampingi Ketua Dekranasda NTT, Juliet Sutrisno Laiskodat itu berlangsung dari tanggal 28 sampai dengan 30 Oktober 2021, bertempat di Halaman Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT.

Pameran Bonsai berthemakan,”NTT Hijau Dalam Pesona 1000 Bonsai”, itu dihadiri oleh lebih kurang 50 kelompok penggiat bonsai yang tersebar di Kota Kupang.

Pendirian Komunitas Penggiat Bonsai Kota Kupang diinisiasi oleh institusi TNI AD, (red=Komandan POM), dan didirikan pada tanggal 22 Pebruari 2000, berkedudukan di Kota Kupang.

Sesuai rencana setelah louncing maka akan diadakan pameran tapi karena bertetapan dengan covid 19 maka tidak terlaksana.

Baru, setelah direncanakan lagi maka pada bulan Juni lalu, mendapat respon Dan support dari Bunda Julie Sutrisno Laiskodat selaku Ketua Dekranasda NTT.

“Beliau menginginkan agar kegiatan pameran 1000 bonsai harus berthemakan,”NTT Hijau Dalam Pesona Seribu Bonsai, “, ujar Ketua Komunitas Penggiat Bonsai Kota Kupang, Kristoforus Buan Wulan, kepada media ini di sela-Sela kegiatan pameran Bonsai, Jumat, (29/10/2021).

Menurut Kristoforus, lokus pelaksanaan pameran bonsai kali ini berpusat di Kota Kupang dengan jumlah penggiat bonsai diperkirakan sebanyak lima puluh orang,”terangnya.

“Mereka yang tergabung dalam komunitas memiliki pemahaman dan visi yang sama agar ke depan dapat terorganisir secara jelas karena legalitasnya telah terpenuhi,” papar dia.

Kristoforus Buan mengaku melalui komunitas ini seluruh penggiat bonsai dapat bergerak secara bersama-sama untuk mencapai bangsa pasar yang jelas.

Selain itu, dia berharap pemerintah daerah Kota Kupang dapat memberikan perhatian melalui pengadaan lahan untuk memampang karya-karya para penggiat bonsai di Kota Kupang.

Ditanya, harga dan jenis bonsai apa yang paling diminati oleh para pengunjung, Kristoforus mengungkapkan penentuan harga menjadi hak dari penggiat dalam menghargai hasil karyanya. Tapi secara pribadi karya miliknya pernah mencapai harga 10 juta,”urainya.

Kristoforus yang juga anggota TNI AD ini, menuturkan animo masyarakat terhadap pameran bonsai kali ini cukup tinggi.
Peminat rata-rata adalah kalangan menengah ke atas. Sementara, kalangan menengah ke bawah sangat sulit karena relatifnya harga.

“Harga berkisar dari ratusan ribu hingga jutaan ribu rupiah, “aku dia.

Diakhir kesempatannya, Wulan menandaskan pameran 1000 bonsai kali ini selain mengedukasi dan memperkenalkan bonsai kepada masyarakat, bahwa bonsai juga ada di NTT, khususnya Kota Kupang yang memiliki nilai ekonomis juga tidak sebatas menjalankan hobbi melainkan sebuah kepuasan bhatin. *rdk

 

 

 

 

 

 

 

 

Comments are closed, but trackbacks and pingbacks are open.